Yuk, Berziarah ke Setono Gedong Kediri

Kompas.com - 27/05/2012, 15:42 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Ketenangan batin menjadi dambaan bagi setiap orang, sehingga banyak orang melakukan berbagai cara agar dapat merengkuhnya. Sebuah tempat yang bernama Setono Gedong di Kota Kediri, Jawa Timur dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan "rasa" itu.

Setono Gedong adalah sebuah komplek bangunan seluas 3 hektar yang berlokasi di antara pusat perbelanjaan terbesar, Jalan Doho. Terdiri dari sebuah masjid, pendopo, serta areal pemakaman dimana bersemayam beberapa tokoh penting seperti Sunan Amangkurat Mas III, Raja Solo ke 3. Diantara makam para tokoh itu, yang menjadi maskot utama adalah makam mbah Wasil.

Dari penuturan M Yusuf Wibisono, juru kunci makam, mbah Wasil atau dikenal juga Al-Wasil Syamsudin mempunyai nama asli Sayid Sulaiman Syamsudin dengan gelar Pangeran Mekah. Beliau adalah seorang duta yang datang dari Istanbul, Turki untuk menyiarkan agama Islam di Kediri dan sekitarnya.

"Karena kehebatan ilmunya, mbah Wasil waktu itu menjadi penasihat Raja Jayabaya, raja yang terkenal dengan ramalan Jayabaya. Oleh sebab itu, banyak isi dari ramalan Jayabaya adalah inti dari kitab Al-Qur'an," kata juru kunci generasi ke tujuh ini.

Namun demikian, tidak ada keterangan jelas kapan dan dimana beliau meninggal dunia. Pada batu nisannya hanya bertuliskan kaligrafi kalimat syahadat yang terbingkai dalam gambar matahari pijar. Riwayat asal-usul keluarganya serta waktu pasti kedatangannya di Kediri juga terdapat beberapa versi oleh para ahli. Hal tersebut tak mengurangi nama harum perjuangan mbah Wasil.

Banyak masyarakat dari berbagai penjuru negeri hingga mancanegara datang berkunjung untuk berziarah ke makamnya. Bulan-bulan khusus seperti Ramadhan atau juga bulan Rajab berdasarkan penanggalan Jawa menjadi saat yang paling banyak pengunjungnya.

"Saya berziarah mengharap berkah beliau. Selain itu memohon kepada Allah agar dimudahkan rezeki." kata Irvani, seorang pengunjung asal Tegal, Jawa Tengah.

Banyaknya peziarah yang datang membuat pemerintah setempat pada tahun 2003 yang lalu melakukan pemugaran dan menetapkannya sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Kediri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau