Konflik agraria

Perambah Hutan Register 45 Mesuji Mengamuk

Kompas.com - 27/05/2012, 19:48 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Ribuan perambah di kawasan hutan Register 45 Mesuji mengamuk dan merusak pos satpam milik perusahaan pemegang hak pengelolaan hutan tanaman industri PT Silva Inhutani Lampung, Minggu (27/5/2012).

Akibatnya, kaca-kaca dan perlengkapan pos satpam di areal gerbang masuk Alba V itu rusak. Massa sempat mengancam akan membakar pabrik pengolahan CPO milik PT. Tunas Baru Lampung (TBL).

Anarkisme itu diduga dilakukan menyusul penertiban sekitar 20 rumah semipermanen milik perambah di kawasan Brabasan yang masuk wilayah Register 45 Mesuji.

"Pabrik diancam akan dibakar, jadi kami seluruh karyawan tidak bekerja dan menjaga pintu gerbang. Apabila mereka memang datang ke sini, kami akan mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan pabrik yang selama ini menghidupi kami," ujar Suratno, salah seorang karyawan, seperti tertulis di dalam siaran pers Pemkab Mesuji.

Dalam penertiban itu, pam swakarsa PT SIL menghalau sekitar 20-an kepala keluarga di Blok 28, kawasan eks Pelita Jaya sekitar Pukul 10.00 WIB. Penertiban atas inisiatif perusahaan itu berlangsung hanya satu jam.

"Penertiban berlangsung cepat, Pukul 11.00 WIB tenda dan rumah kayu milik perambah telah berhasil dikosongkan," ujar salah seorang anggota PAM Swakarsa yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditambahkannya, sebagian perambah yang ditertibkan itu minta diantarkan ke Simpang Asahan karena akan kembali ke daerah asal. Namun, sebagian lainnya melaporkan ke perambah lainnya di kawasan Karya Jaya bahwa sebagian dari mereka disandera oleh PAM Swakarsa perusahaan.

Informasi itu membuat ratusan perambah mengamuk dan melakukan pengrusakan pos satpam di pintu masuk Alba 5 milik PT SIL. Mereka membawa parang dan bambu runcing dalam aksi itu. Sementara, jumlah polisi terbatas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau