Dikeroyok, Satu Suporter Akhirnya Tewas

Kompas.com - 27/05/2012, 20:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu dari dua suporter sepak bola, yang merupakan korban pengeroyokan, akhirnya tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Minggu (26/5/2012).

Polisi menemukan kayu balok dan batu yang diduga digunakan pelaku saat mengeroyok para korban. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Minggu, dalam pesan singkat kepada wartawan.

"Satu korban meninggal dalam perjalanan, tidak ada identitas," tulis Rikwanto.

Pria itu, lanjutnya, berumur sekitar 29 tahun, menggunakan celana pendek loreng dan kaus biru lengan panjang.

"Dia mengalami luka pada kepala bagian belakang dan muka lebam," tutur Rikwanto. Sementara satu korban lagi berusia sekitar 16 tahun dan menggunakan celana pendek hitam dan kaus putih.

"Di lokasi, polisi menemukan balok dan batu," tulis Rikwanto. Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di Parkir Timur Senayan, tepatnya di depan kolam renang, sekitar pukul 17.55 WIB.

Saat itu, ada seorang laki-laki yang dikeroyok oleh suporter dan kemudian melarikan diri. Namun, ia terjatuh dan akhirnya kembali dikeroyok. Polisi menemukan dua korban dalam peristiwa itu.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami awal mula dan motif dari pengeroyokan tersebut. Rikwanto menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah peristiwa itu berkaitan dengan pertandingan dua musuh bebuyutan, Persija Jakarta dengan Persib Bandung, atau bukan. Di saat yang bersamaan, kedua klub itu sedang bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau