Polisi Selidiki Kasus Manipulasi Nilai di FK Unissula

Kompas.com - 27/05/2012, 23:44 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan, Minggu (27/5/2012), menyatakan pihaknya akan menelusuri kasus pemalsuan nilai di Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unisulla) Semarang.

Hal tersebut disampaiakannya setelah ada laporan mengenai dugaan tersebut dari pihak universitas. Selain itu, polisi juga akan melakukan verifikasi dari surat kaleng yang diterima terkait modus pemalsuan nilai tersebut.

Ia mengaku menerima surat kaleng terkait kasus manipulasi nilai dan ijazah palsu mahasiswa di FK Unissula. Surat kaleng itu, ungkapnya, menginformasikan tentang alur pemalsuan nilai yang dilakukan DH alias Ferry yang tercatat sebagai mahasiswa FK Unissula angkatan 2004.

Pada surat tersebut dijelaskan adanya dugaan kasus yang melibatkan pejabat rektorat kampus. Dijelaskan pula modus pelaku dalam menyebarkan jasa perekrutan mahasiswa yang ingin masuk FK namun nilainya tidak memenuhi standar.

Selain itu juga diinformasikan adanya jalur belakang untuk masuk di FK dengan biaya hingga ratusan juta rupiah.

"Surat itu hanya informasi, benar tidaknya akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya Minggu (27/5/2012).

Hingga saat ini polisi telah memanggil 21 orang saksi yang tiga saksi diantaranya tidak datang salah satunya yakni Rektor Unissula. Sedangkan pelaku pemalsuan nilai rapor dan ijazah yakni DH alias Ferry sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (24/5/2012).

Saat ini tersangka telah mendekam di tahanan Mapolrestabes Semarang dan masih menjalani sejumlah pemeriksaan.

Elan menegaskan kasus ini akan tetap diusut tuntas meskipun ada sejumlah pihak yang mendesak untuk menghentikan proses penyidikan.

Selain itu dalam waktu dekat ia mengatakan akan segera menetapkan tersangka baru.

Seperti diketahui sebelumnya, Dekan FK Unissula Taufiqurrachman (57) melaporkan mahasiswanya tersebut yang diduga melakukan pemalsuan data dan nilai lima mahasiswa.

Pemalsuan nilai diketahui didasarkan pada pemantauan nilai mata kuliah tersangka yang selalu di bawah standar.

Akhirnya diketahui DH alias Ferry melakukan manipulasi nilai mata pelajaran IPA lima mahasiswa agar bisa masuk ke FK.

Bahkan salah satu mahasiswa yang nilainya dimanipulasi mengaku berasal dari jurusan IPS bukan IPA, itupun lulusan dari kejar paket C.

Tapi karena ingin masuk FK yang bersangkutan memanfaatkan jasa Ferry untuk memalsukan nilai dan jurusan studinya pada rapor dan ijazah yang digunakan untuk mendaftar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau