Marzuki: Investigasi Amblesnya Bangunan di Proyek Hambalang

Kompas.com - 28/05/2012, 12:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mendesak semua pihak yang terkait melakukan penyelidikan kasus amblesnya proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Jika ada unsur pidana, aparat penegak hukum harus menindaklanjuti.

"Kalau konstruksi tidak memenuhi kontrak, itu ada niat kontraktor untuk melakukan tindakan kejahatan. Kita serahkan saja untuk diinvestigasi, apakah ada niat untuk mengurangi spesifikasi. Kalau ada niat itu, ada unsur untuk merugikan negara, ya ditindaklanjuti," kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2012).

Sebelumnya, dua gedung yang berada di proyek Hambalang ambles. Bangunan itu yakni power house dan lapangan indoor.

Marzuki menilai ada sisi positif dari amblesnya proyek itu lantaran dugaan kesalahan dapat diketahui sejak awal. "Kalau enggak roboh, enggak ketahuan. Sudah 10 tahun roboh kan enggak ketahuan tingkah laku kontraktornya," ucap dia.

Adapun mengenai pengerjaan proyek yang disubkontrakkan seperti yang dipermasalahkan Indonesia Corruption Watch, menurut Marzuki, hal itu tidak masalah. Subkontraktor, kata dia, wajar untuk memberikan kesempatan kontraktor menengah dan kecil terlibat dalam proyek besar.

"Kalau semua diambil dan tidak ada subkontraktor, pengusaha menengah dan kecil tidak ada kesempatan untuk kerjakan proyek-proyek besar," pungkas politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, PT Adhi Karya merupakan salah satu BUMN penggarap proyek Hambalang yang nilainya Rp 1,5 triliun itu. Proyek tersebut dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) antara Adhi Karya dan Wijaya Karya. Dalam pelaksanaannya, KSO tersebut mensubkontrakkan proyek ke sejumlah perusahaan lain, di antaranya adalah Dutasari Citralaras dan PT Global Daya Manunggal.

Dutasari mengerjakan bagian mekanikal, elektrik, dan plumbing, sedangkan Global mengerjakan bagian arsitektur dan struktur. Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau