PURWAKARTA,KOMPAS.com - Harga kedelai di Purwakarta, Jawa Barat, berangsur turun dari Rp 7.000 menjadi Rp 6.700 per kilogram dalam satu pekan terakhir. Namun, pengusaha tempe dan tahu menilainya masih terlalu tinggi.
Sujoyo (40), Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Tempe Purwakarta, Senin (28/5/2012) menyebutkan, harga turun bertahap dari Rp 7.000, kemudian Rp 6.900, dan kini Rp 6.700 per kilogram.
Akan tetapi, lanjut Sujoyo, harga kedelai masih terbilang tinggi. Dua bulan lalu, harga kedelai berkisar Rp 5.800-6.000 per kilogram. Menjelang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak, harga kedelai naik jadi Rp 6.500 per kilogram, kemudian Rp 7.000 per kilogram.
"Harga BBM tak jadi naik, tetapi kedelai masih tinggi juga. Pembuat tempe atau tahu menilai harga Rp 6.700 per kilogram masih terlalu tinggi," ujarnya.
Sejumlah pengusaha tempe dan tahu mengaku terpaksa memperkecil ukuran tempe karena sulit menaikkan harga. Upaya itu ditempuh untuk menyiasati harga kedelai.
Ade, pembuat tahu di Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan Purwakarta menambahkan, pembeli biasanya langsung kabur jika harga dinaikkan. Pengurangan ukuran ditempuh untuk menyiasati kenaikan harga kedelai dan elpiji belakangan ini.
"Satu tempe yang biasanya pakai 4 ons sekarang dikurangi jadi 3,5 ons, tetapi harga jualnya tetap," kata Sujoyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang