Penerbangan

Angkasa Pura II Setujui Pembatasan Izin Terbang

Kompas.com - 29/05/2012, 05:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Angkasa Pura II Tri Sunoko menyetujui usulan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai pembatasan pemberian izin penambahan rute terbang di Bandar Udara Soekarno Hatta.

"Saya setuju mengenai pembatasan rute penerbangan di Bandara Soekarno Hatta karena kapasitas di sana sudah penuh," kata Tri Sunoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (28/5/2012).

Ketua Komisi V Yasti Soerpredjo Mokoagow mengungkapkan bahwa regulator sebaiknya menunda pemberian izin terbang kepada seluruh maskapai penerbangan hingga ada kesiapan infrastruktur di air traffic center (ATC). "Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mudah memberikan izin rute baru, padahal sarana navigasi bandara minim. Contohnya hampir seluruh bandara di Indonesia radarnya bermasalah," ungkap Yasti.

Namun, Tri optimistis bahwa pada triwulan ketiga 2013, Bandara Soekarno Hatta sudah dapat menambah kapasitas bandara, seperti run way, apron, sistem air flow management, hingga sumber daya manusia. "Untuk Bandara Soekarno Hatta, saya dukung pembatasan izin. Namun, untuk bandara lain masih lowong sehingga tidak perlu dibatasi," tambah Tri.

Adapun SDM di ATC Soekarno Hatta berjumlah 455 orang meski jumlah ideal personel adalah 941 orang dan minimal 486 orang. "Akan tetapi, kami sedang melakukan penambahan personel dan perbaikan sistem. Buktinya, belum ada penerbangan asing yang mengurangi jumlah penerbangan mereka ke Soekarno Hatta, bahkan sebaliknya mereka meminta penambahan jumlah penerbangan," jelas Tri.

Saat ini, menurut Tri, kapasitan run way Bandara Soekarno Hatta adalah 52 pesawat per jam, sedangkan apron dapat menampung hingga 125 pesawat.

Perseroan Terbatas (PT) Angkasa Pura II, menurut Tri, juga sedang mengembangkan enam bandara lain di Indonesia, yaitu Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Padang, Jambi, dan Pontianak. "Namun, saya belum dapat mengungkapkan nilai investasi untuk pembangunan keenam bandara tersebut," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau