Bidik Misi di Universitas Andalas Masih Tersisa 497 Kursi

Kompas.com - 29/05/2012, 08:39 WIB

Kompas.com - Pendaftaran mahasiswa melalui program beasiswa pendidikan calon mahasiswa berprestasi (bidik misi) di Universitas Andalas (Unand) Padang baru terisi 253 kursi dari kuota sebanyak 750 kursi.

Rektor Unand Werry Darta Taifur di Padang, Senin, mengatakan, lewat program bidik misi ini diharapkan tidak ada lagi masyarakat ekonomi lemah yang tidak melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Ia menambahkan, dari 750 kuota yang tersedia di Unand baru 253 yang terisi, jadi masih ada sekitar 497 kursi lowong.

"Peluang ini harus dimanfaatkan oleh mahasiswa kurang mampu. Pendaftaran sudah dilakukan oleh masing-masing sekolah untuk membantu siswanya yang berprestasi tetapi tidak mampu," katanya.
     
Selain itu, siswa yang didaftarkan melalui program bidik misi tidak membayar uang pendaftaran SNMPTN, baik jalur undangan maupun ujian tulis.
     
Menurut Werry, beasiswa bidik misi adalah sebuah program universitas di seluruh Indonesia, dimana dananya dialokasikan untuk mahasiswa yang tidak mampu untuk membayar uang kuliah dan segala keperluan kuliah yang berlangsung selama empat tahun sebagai batas mahasiswa tersebut lulus dalam pendidikan sarjananya di universitas tersebut.
     
Sedangkan Universitas Negeri Padang (UNP) mendapat kuota 500 kursi melalui jalur program bidik misi.
     
"Dari kuota tersebut UNP telah menerima 451 mahasiswa," kata Humas UNP, Amri.
     
Sementara itu penerimaan calon mahasiswa melalui jalur undangan atau Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) di Unand sebanyak 648 mahasiswa dan Universitas Negeri Padang (UNP) menerima sebanyak 576 mahasiswa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau