Hambalang Ambles, BPK Akan Tanyakan Kontraktor

Kompas.com - 29/05/2012, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri mengatakan BPK akan bertanya kepada kontraktor dan konsultan perencana dari proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, terkait amblesnya dua gedung baru-baru ini.

BPK akan mencari tahu penyebabnya. Hal ini akan dilakukan sebagai bagian dari proses audit proyek Hambalang.

"Perlu disadari dan dimengerti bahwa audit investigasi memang memerlukan ketelitian karena harus mengambil kesimpulan apakah ada atau tidaknya unsur melawan hukum atau unsur tindak pidana korupsi," sebut Hasan terkait proses audit proyek Hambalang, di DPR, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Ia menjelaskan, audit terhadap proyek Hambalang harus dilakukan dengan hati-hati. Data harus akurat. Konfirmasi ke seluruh pihak pun harus dilakukan.

"Oleh karena itu perlu waktu (untuk menyelesaikan)," sambung dia.

Lalu, Hasan menyebutkan, tim audit BPK juga akan menaruh perhatian terhadap amblesnya dua gedung, yakni power house dan lapangan indoor, di dalam proyek tersebut.

Salah satu upaya, BPK akan menanyakan konsultan perencanaan dan kontraktor untuk mencari tahu mengapa itu bisa terjadi.

"Apakah karena alam, cuaca atau survei yang tidak baik, dan bagaimana tanggung jawab kontraktor, apakah mereka akan mengganti seluruh bangunan yang ambruk atau bagaimana," sebut Hasan.

Hal itu perlu dilakukan karena BPK, terang dia, bukan ahli dalam mengetahui mengapa sebuah bangunan bisa ambruk.

"Kita akan teliti semuanya itu dan pasti akan dilaporkan seluruhnya," pungkas dia.

Seperti diberitakan, PT Adhi Karya merupakan salah satu BUMN penggarap proyek Hambalang yang nilainya Rp 1,5 triliun itu.

Proyek tersebut dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) antara Adhi Karya dan Wijaya Karya.

Dalam pelaksanaannya, KSO tersebut mensubkontrakkan proyek ke sejumlah perusahaan lain, di antaranya adalah Dutasari Citralaras dan PT Global Daya Manunggal.

Dutasari mengerjakan bagian mekanikal, elektrik, dan plumbing, sedangkan Global mengerjakan bagian arsitektur dan struktur. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau