Jupe: Karena Narkoba, Papa Ditinggal Keluarga

Kompas.com - 29/05/2012, 17:02 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -- Pedangdut yang juga artis peran Julia Perez atau Jupe mengaku sedih dengan kondisi ayahnya, Angkasa Jaya, yang diciduk Mabes Polri karena diduga memiliki narkoba jenis sabu.

Jupe menilai, saat ini Angkasa memerlukan dukungan, bukannya ditinggal oleh keluarga terdekatnya. "Ketika dia ditangkap, saya langsung menghubungi keluarganya. Yang saya sedih, ternyata keluarganya tidak ada yang support, istrinya juga tidak support," keluh Jupe dalam wawancara di Radio Dahlia, Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/5/2012).

Jupe pun berjanji akan selalu ada untuk mendukung sang ayah. "Yang namanya kena kasus narkoba harus di-support. Dengan doa, dengan ikhtiar semoga semuanya ini bisa cepat terselesaikan. Kalau dibilang cobaan, ini cobaan, saya harus hadapin, dia bapak saya, saya harus support, dia butuh saya sekarang, semoga saya bisa menenangkan," ujar Jupe.

"Banyak orang yang lari dan malu ketika keluarganya kena narkoba, tapi saya berdiri di sini buat dukung Papa. Saya enggak boleh lari dan cengeng, kalau saya down semua akan buyar, saya kalau berdoa saya ingin kekuatan ini ekstra karena Papa butuh saya," lanjutnya.

Asal tahu saja, sejak kecil Jupe bersama sang ibu ditinggal begitu saja oleh Angkasa. Namun, Jupe tak lantas menaruh benci kepada sang ayah. "Kalau ngomongin soal Papa selalu sama yang saya bilang, saya selalu bilang tidak ada mantan ayah, mantan ibu. Walaupun dari kecil saya sudah tidak bersama ayah saya Angkasa Jaya, saya selalu support dia," tandas Jupe. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau