Korea utara

Kekeringan Parah Ancam Suplai Pangan

Kompas.com - 30/05/2012, 02:29 WIB

Nampho, Selasa - Pemerintah Korea Utara memobilisasi pekerja untuk mengairi sawah dan memperbaiki sumur-sumur air di tengah kekeringan hebat yang melanda negeri itu. Kekeringan ini memperburuk situasi krisis pangan di negeri itu.

Wartawan The Associated Press yang mengunjungi Provinsi Phyongan Selatan, Selasa (29/5), melaporkan, tanah ladang merekah dan pecah, dibakar matahari yang bersinar terik. Pria dan wanita yang mengenakan topi lebar untuk mengurangi sengatan matahari bekerja keras menanam bibit kubis dan jagung. Bibit yang baru ditanam di tanah merah disiram dengan air dari wadah yang mereka bawa.

Korut hanya mendapat sedikit hujan sejak 27 April. Menurut badan prakiraan cuaca pemerintah, pesisir barat menjadi daerah terparah dilanda kekeringan. Kekeringan mengancam petani yang memasuki musim tanam, padahal hasil panen terakhir juga menurun.

”Saya telah menjadi petani lebih dari 30 tahun, belum pernah mengalami kekeringan separah ini,” ujar An Song Min, petani di Koperasi Pertanian Tokhae, di wilayah Nampho.

Namun, negeri itu sulit mengharapkan realisasi komitmen bantuan pangan dari tetangga mereka di selatan dan AS. AS dan Korsel, yang awal tahun ini menyepakati bantuan pangan sebagai balasan terhadap Korut untuk mengurungkan pengembangan program nuklir, berang karena Pyongyang nekat meluncurkan roket ke luar angkasa.

Belum jelas apakah kondisi di Nampho juga terjadi di wilayah yang lebih luas. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengaku belum mengunjungi wilayah yang dilaporkan menderita kekeringan parah itu.

Media Pemerintah Korut melaporkan terjadinya kekeringan, tetapi belum meminta bantuan internasional. Saat terakhir kali meminta bantuan pangan internasional, keraguan menyeruak bahwa bantuan akan mencapai sasaran. Departemen Luar Negeri AS mengaku khawatir bantuan hanya diterima kelompok elite.

(AP/was)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau