Tanah Ambles, Pelaksana Proyek Hambalang Rugi Rp 14 Miliar

Kompas.com - 30/05/2012, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana proyek kompleks olahraga Hambalang menelan kerugian sekitar Rp 14 miliar akibat amblesnya tanah area proyek di bagian Power House III dan fondasi lapangan bulu tangkis pada 14-15 Desember 2011 lalu.

Pelaksana proyek senilai Rp 1,175 triliun ini adalah Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. "Mereka, KSO mengasuransikan semua pembangunannya. Sementara yang kita dengar sudah mengajukan klaim Rp 14 miliar ke asuransi karena ambles itu," kata Deputi Kemitraan dan Harmonisasi Prasarana Kemenpora, Lalu Wildan, saat ditemui sebelum kunjungan ke area Hambalang, Rabu (30/5/2012).

Menurut Wildan, tak ada kerugian negara dalam peristiwa amblesnya tanah tersebut. Hal ini karena proyek masih berada di tangan pelaksana. Selama proyek tersebut belum diserahterimakan ke pemerintah maka kerusakan menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.

"Ini masih pada domainnya pelaksana. Kita kan belum serah terima, jadi masih dalam domain urusannya KSO," ujar Wildan.

Saat ditanya mengenai penyebab amblesnya tanah, Wildan mengaku belum bisa menjelaskannya karena sedang diselidiki. "Sedang dilakukan evaluasi penyebab kejadian," kata Wildan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau