Perekonomian

Indonesia Punya Potensi Besar Makmurkan Rakyat

Kompas.com - 30/05/2012, 14:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Di tengah gelombang krisis ekonomi zona euro, muncul kekhawatiran. Bisakah Asia mengatasi dampak negatif akibat krisis zona euro.

Sejauh ini kesimpulan umum yang muncul adalah Asia relatif bisa mengatasi krisis, bahkan Asia, termasuk Indonesia, berpotensi memakmurkan rakyat.

Demikian antara lain terungkap dalam laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) berjudul "How Can Asia Respond to Global Economic Crisis and Transformation?" edisi Mei 2012.

Alasan ADB, perbankan Asia sudah belajar dari krisis 1997 dengan memperkuat modal sehingga relatif kuat menghadapi gejolak ekonomi. Pemerintahan Asia juga punya dana cadangan untuk menolong pasar dalam kasus terjadi pelarian investor.

ADB menambahkan, gejolak atau riak kecil tetap apa tetapi tidak akan sekeras yang dirasakan Eropa, AS, dan negara-negara maju lainnya. Laporan ADB ini bahkan mengingatkan potensi besar yang masih dimiliki Asia. Salah satunya adalah lewat transformasi ekonomi. Ini termasuk program pemerataan pendapatan yang relatif timpang.

Lewat penggejotan pajak, atau pengejaran pajak yang belum optimal misalnya, pemerintah memiliki kekuatan dana untuk menopang subsidi pada kelompok tak mampu lewat subsidi biaya pendidikan, layanan kesehatan. Ini akan mendorong permintaan ekonomi juga.

Asia dan Indonesia adalah negara yang minim infrastruktur. Masih banyak infrastruktur yang harus dikembangkan dan belum mengalami kejenuhan seperti dialami Eropa dan AS. Pembangunan infrastruktur ini akan menghasilkan multiplier effect atau efek pengganda.

Ini selanjutnya akan menghasilkan sumber permintaan agregat baru dengan demikian akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Khusus bagi Indonesia, potensi lain masih tersedia seperti pembangunan wilayah dengan tujuan agar pembangunan tidak timpang alias terfokus di satu wilayah seperti Pulau Jawa.

Berkembangnya pembangunan wilayah lain juga akan menghasilkan sumber permintaan baru. Inilah sekelumit kesempatan pembangunan ekonomi, karena Asia dan Indonesia masih dalam tahap awal pembangunan. Indonesia dan Asia belum berada pada titik jenuh ekonomi, bahkan memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan ekonomi yang pada akhirnya memakmurkan rakyat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau