Semarang

Duh, Sabu Diselipkan di Telur Asin

Kompas.com - 30/05/2012, 15:51 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Peredaran narkoba di Kota Semarang semakin marak, dalam satu bulan setidaknya terdapat 5 hingga 10 orang tertangkap karena kedapatan membawa barang haram tersebut. Dua pekan terakhir, jajaran Sat Narkoba Polrestabes Semarang kembali menangkap empat tersangka pemakai dan kurir narkoba jenis sabu.

Keempat tersangka yakni Garry (25) warga Plamongan, Oni (30) warga Banyumanik, Lukiman (31) warga Pedurungan dan seorang wanita bernama Sularsih (27) warga Plambokan Semarang. Tersangka Sularsih yang mengaku sudah satu tahun akrab dengan sabu ditangkap saat hendak mengantarkan barang di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Tiap satu gram sabu ia beli seharga Rp1,3 juta dengan pemesanan melalui telepon dan pembayaran via transfer bank. Modus yang digunakan para pemakai ataupun kurir ini biasanya menyerahkan di tempat yang sudah ditentukan. Sedangkan kurir juga mengaku tidak pernah bertatap muka dengan penjualnya.

Tempat yang ditentukan antara lain di taman, di bawah batu serta beberapa tempat lain yang disepakati. Tersangka Oni mengaku hanya mengantarkan barang tersebut kepada pemakai.

Oni juga mengaku sudah beroperasi selama enam bulan dan mendapatkan upah Rp100.000 setiap kali kirim dengan pengiriman sekitar tiga kali dalam seminggu. "Saya hanya mengantarkan saja, biasanya ditaruh di taman dengan ditutup tissu," katanya yang bekerja sebagai tukang cat sepeda motor.

Sementara itu, tersangka Lukiman mengelak dikatakan sebagai kurir narkoba. Ia mengaku tidak mengetahui ada barang haram pada telur asin yang akan dikirim ke Demak. "Saya hanya diminta mengantarkan telur asin sama teman saya, tidak tahunya di dalam ada narkoba, padahal saya hanya dikasih ongkos bensin," ungkapnya.

Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan tersangka ditangkap saat akan mengantarkan barang. Meski saat ditangkap dengan sedikit barang bukti, namun hal ini menjadi pengembangan untuk mengungkap kasus narkoba di Semarang. "Peredarannya yang sangat luas dan sudah berbahaya ini, penanganannya harus serius," tandasnya.

Dari keempat tersangka berhasil diamankan empat paket sabu seberat 4 gram, berikut alat hisap dan dua buah telepon genggam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau