Penerbangan

Operasional Tiga Maskapai Akan Dipindah ke Halim

Kompas.com - 30/05/2012, 23:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bandara Soekarno-Hatta berbenah untuk melakukan perluasan bandara. PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola bandara memutuskan untuk memindahkan sebagian operasional maskapai penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Maskapai yang akan dipindahkan itu antara lain Citilink, Merpati, dan anak usaha baru dari Lion Air, yaitu Batik Air. Direktur Utama AP II Tri S Sunoko mengatakan, pemindahan untuk mempermudah pengerjaan proyek perluasan.

"Kami sedang kaji proses dan kapasitas Halim. Kalau semua sesuai rencana, maka akan mulai dipindahkan awal 2013," ujarnya, Rabu (30/5/2012).

Untuk tahap awal, konstruksi diprioritaskan pada pengembangan semua terminal. Ekspansi Bandara Soekarno-Hatta tahap pertama diharapkan bisa meningkatkan kapasitas tampung bandara tersebut, yang ditargetkan mencapai 62 juta orang per tahun. "Kebutuhan untuk memperluas kapasitas sudah sangat mendesak," ujarnya.

AP II juga masih akan melakukan studi terkait kelanjutan maskapai-maskapai tersebut. Tri mengatakan, kemungkinan besar ada beberapa maskapai yang akan menetap di Halim, dan bukan bersifat sementara. (Ragil Nugroho/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau