RI Peringkat Dua Pemasok Tenaga Kerja Migran ke Korsel

Kompas.com - 31/05/2012, 02:27 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat  menyatakan, Indonesia merupakan pemasok tenaga kerja nonrumah tangga terbesar kedua ke Korea Selatan.

"Indonesia pemasok tenaga kerja nonrumah tangga terbesar kedua ke Korea Selatan setelah Vietnam," kata Moh Jumhur seusai berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Mahasiswa Indonesia di Balai Latihan Transmigrasi di Sleman, Yogyakarta, Rabu (30/5/2012) malam.

Menurut dia, dari tahun ke tahun pengiriman tenaga kerja ke Korea Selatan terus meningkat jumlahnya dan ini membuktikan bahwa Korea Selatan memberikan kepercayaan kepada TKI nonrumah tangga dari Indonesia. "Vietnam jumlah tenaga kerja yang ada di Korea Selatan sangat tinggi, karena banyak yang menikah dengan warga negara Korea Selatan. Saat ini jumlah TKI yang bekerja di Korea Selatan mencapai 36.000 orang," katanya.

Ia mengatakan, untuk tahun 2012 ini direncanakan sebanyak 10.500 TKI akan dikirim ke Korea Selatan pada sektor industri manufaktur dan perikanan. "Dari sekitar 50.000 tenaga kerja yang dibutuhkan Korea Selatan, 10.500 di antaranya dipenuhi dari Indonesia," katanya.

Jumhur mengatakan, saat ini sedang dilakukan seleksi dan tes untuk TKI ke Korea Selatan ini, dan jumlah pendaftar di empat tempat pendaftaran mencapai 30.000 pendaftar dari 10.500 yang dibutuhkan. "Saya kira untuk persaingan ini masih wajar, yakni satu banding tiga. Bagi TKI yang saat ini belum lolos ya harus belajar lagi agar nanti bisa lolos," katanya.

Pendaftaran calon TKI Korsel ini merujuk pada surat Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea) Nomor: EPST - 990 Tanggal 12 April 2012.

Pendaftaran ujian dilakukan secara serentak di empat kota yakni untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di Universitas Indonesia Esa Unggul, Jalan Arjuna Utara 9 Kebon Jeruk Jakarta.

Wilayah Jawa Barat di IKOPIN Bandung, Jalan Kampus IKOPIN Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor KM 20.5 Bandung Sumedang-Jatinangor, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta di UPN Veteran Yogyakarta, Jalan Lingkar Utara Condong Catur Yogyakarta dan Jawa Timur di Universitas Dr Soetomo Surabaya Jalan Semolowaru 84 Surabaya.

Calon peserta ujian hanya dapat memilih satu pilihan pada bidang Industri Manufaktur atau Perikanan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau