Perampokan minimarket

Diduga Ada Tiga Kelompok Terlibat

Kompas.com - 31/05/2012, 03:10 WIB

Tangerang, Kompas - Perampokan minimarket yang terjadi di Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, Banten, tak hanya dikendalikan kelompok Pitam Kuning. Masih ada kemungkinan kelompok lain dengan modus berbeda.

Paling tidak, tiga kelompok diduga kuat menjadi pelaku perampokan. Mereka adalah kelompok Pitam Kuning, mantan karyawan, dan satu kelompok lain yang belum teridentifikasi.

Perampokan oleh kelompok mantan karyawan dirancang HK (23). Motifnya adalah sakit hati kepada pemilik dan pengelola usaha minimarket Alfamart di TMP Taruna, Sukasari, Kota Tangerang. Dalam aksinya, HK melibatkan orang lain.

”Dia pura-pura bertamu di tempat kerjanya dahulu di Alfamart. Saat itu, rekan lainnya datang dan menodongkan senjata api ke korban,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Kota Ajun Komisaris Besar Suharyanto, Selasa (29/5).

Secara terpisah, Kepala Polres Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo mengatakan, perampokan minimarket yang terjadi di Serpong dilakukan kelompok Pitam Kuning. Kelompok ini terkuak setelah polisi menangkap dua dari tujuh tersangka, yakni SH (21) dan LR (28).

”Kelompok ini cukup lama beroperasi di sejumlah tempat, di antaranya Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, Serang, Semarang, dan Surabaya,” ujar Bambang.

Adapun pelaku perampokan yang terjadi di Indomaret di Jalan Aria Putra, Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, belum dapat diidentifikasi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajuan Komisaris Besar Hermawan menduga ada kelompok lain yang meniru aksi kelompok Pitam Kuning yang merampok dua minimarket di Serpong.

”Kami belum dapat memastikan sebab belum menangkap pelaku,” kata Hermawan.

Tim Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan sudah menaruh perhatian pada minimarket yang buka 24 jam di wilayah pinggiran. Lokasi itu, seperti yang terjadi di Pamulang, sangat rawan.

Sementara itu, pihak pengelola minimarket tidak memiliki sarana pengaman yang baik. ”Mereka hanya mengandalkan kamera perekam, sementara lokasi kamera itu tidak tersembunyi, mudah diambil pelaku,” kata Hermawan.

Jakarta kondusif

Meski perampokan minimarket marak kembali, Polda Metro Jaya menyatakan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta dan sekitarnya semakin kondusif dibanding tahun lalu.

Total kasus gangguan kamtibmas turun 3 persen. Hal itu dipastikan Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agung Budi Maryoto, Rabu siang. Menurut dia, dalam lima bulan pada 2011, gangguan kriminal mencapai 23.375 kasus. Pada lima bulan ini, sampai 30 Mei 2012, ada 22.732 kasus.

”Ini artinya, pada periode yang sama, gangguan kamtibmas turun 3 persen dibandingkan tahun 2011,” katanya.

(PIN/RTS/NDY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau