Pelatih - vicente del bosque

Jerman dan Belanda yang Jadi Sandungan

Kompas.com - 31/05/2012, 03:26 WIB

Vicente del Bosque Gonzalez (61), sang arsitek tim nasional Spanyol, mendapat ujian berat. Setelah membawa ”Generasi Emas” Spanyol menjadi juara Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010, kali ini Del Bosque harus membuktikan dirinya sebagai arsitek sejati.

Banyak yang berkata, meraih lebih mudah dibandingkan mempertahankan. Inilah saatnya Del Bosque untuk menunjukkan, ”Generasi Emas” yang telah berpesta di kancah dunia adalah benar berkilau adanya di kancah Eropa.

Kali ini, setiap instruksi Del Bosque, setiap teriakannya dari tepi lapangan, setiap instruksinya, harus bermakna. Pekikannya harus bisa menggerakkan pemain untuk menarikan setiap pola yang dia inginkan. Taruhannya, kemenangan dan kejayaan Spanyol di Piala Eropa 2012 yang tinggal hitungan hari.

Beruntung, kondisi tim ”Generasi Emas” Spanyol yang bakal diturunkan di Polandia-Ukraina kali ini lebih berkilap dibandingkan dengan tim yang ditangani Del Bosque dua tahun lalu. Dua tahun lalu, Spanyol menjadi tim Eropa pertama yang menjadi juara saat Piala Dunia digelar di luar Benua Eropa.

Tentu dengan modal pemain yang sangat banyak, karena maraknya La Liga, kompetisi sepak bola Spanyol membuat Del Bosque juga tidak akan kekurangan pemain yang tinggal dilekatkan begitu saja ke dalam ”Generasi Emas” Spanyol.

Tetap optimistis

Sekalipun Del Bosque akan kehilangan Carles Puyol, Carlos Marchena, dan Joan Capdevila, yang merupakan bagian skuad tim Piala Dunia 2010, mantan pemain Real Madrid tersebut sama sekali tidak mengeluh.

Keluh kesah pun tak mencuat begitu Del Bosque yang pernah menangani ”El Real” itu tahu, David Villa, si ujung tombak tim Piala Eropa 2008 dan tim Piala Dunia 2010, tidak bisa main karena cedera tulang kering yang berkepanjangan.

Dengan mudahnya Del Bosque menetapkan ujung tombak Sevilla, Alvaro Negredo, sebagai pengganti. Genaplah sudah ke-23 pemainnya yang akan ke Piala Eropa 2012.

Hilangnya beberapa nama dari skuad Piala Dunia Spanyol rasanya tidak akan membuat Del Bosque mengubah pola permainan. Spanyol akan tetap menggunakan pola 4-2-3-1 yang kemudian bisa berkembang menjadi 2-4-3-1.

Pola permainan Spanyol mengutamakan penguasaan lapangan dan terus mengalir hingga ke pertahanan lawan secara kolektif. Gaya permainan tiki-taka milik ”Generasi Emas” Spanyol itu sudah begitu kondang.

Langgam permainan itu diperkenalkan oleh sang genius tim ”Oranye”, Belanda, Johan Cruyff, tatkala dia dipercaya menangani Barcelona. Gaya tersebut cocok digunakan oleh Spanyol karena kebetulan postur tubuh pemain negeri itu lebih mungil dibandingkan pemain Eropa umumnya.

Kini Del Bosque sudah menentukan pemainnya. Tinggal pembuktian dirinya sebagai pemegang kartu permainan. ”Rasanya hanya Jerman dan Belanda yang akan menjadi batu sandungan kami kali ini,” kata Del Bosque. Semoga itu bukan psywar. (Korano Nicolash LMS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau