Pelajaran Sastra, Kuncinya Kualitas Guru

Kompas.com - 31/05/2012, 10:24 WIB

Kompas.com - Keberhasilan pembelajaran sastra di sekolah sangat bergantung kepada kualitas guru dalam mengajarkan sastra secara baik kepada peserta didiknya. Tidak hanya mengajarkan sastra secara teoritis guru juga dituntut mempraktikkan cara dan teknik bersastra secara baik.

"Kurikulum di sekolah saat ini sudah bertumpu pada terbangunnya keahlian bersastra dari peserta didik. Artinya, kurikulum kita sudah mendukung tercapainya aspek aksiologi pembelajaran sastra," kata ketua program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia (PBSI) IKIP PGRI Semarang, Nanik Setyawati, di Semarang, Rabu (30/5).

Dalam pembelajaran sastra, guru tidak mungkin hanya mengajarkan sastra dengan menyampaikan ceramah teori di hadapan siswa, namun mempraktikkan kepada siswa bagaimana cara dan teknik untuk bersastra secara baik.
     
"Banyak guru yang masih mengajarkan sastra dengan membacakan teori bersastra, misalnya melakukan pembelajaran puisi dengan membacakan teori-teori berpuisi, atau mengajarkan teori menulis cerita pendek," katanya.
     
Kurikulum pembelajaran sastra menuntut munculnya siswa yang mampu bersastra, bukan siswa yang menghapal teori-teori sastra sehingga guru sastra tak boleh lagi sekadar mengajarkan materi secara teori.
     
"Semakin bagus kualitas guru dalam menyampaikan pembelajaran sastra, semakin bagus pula kemampuan siswa dalam bersastra. Kuncinya, pada kualitas guru," kata Nanik.
     
Berkaitan dengan rendahnya kualitas guru dalam pembelajaran sastra, ia mengatakan sebenarnya tidak bisa disalahkan bahwa guru kurang kreatif dalam mengajarkan sastra, namun faktor penyiapan dari perguruan tinggi turut memengaruhi.
     
"Artinya, perguruan tinggi yang mendidik dan mencetak calon-calon guru harus mampu memberikan modal kemampuan bersastra yang mumpuni, sebelum mereka diterjunkan menjadi guru yang mengajar di sekolah," katanya.
     
Ia mencontohkan sistem pembelajaran sastra yang diterapkan di IKIP PGRI Semarang sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang mengajarkan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembuatan karya sastra.
     
"Contohnya dalam mata kuliah drama, mahasiswa tidak hanya dibekali bagaimana cara bermain drama, namun diajari tentang manajemen pertunjukan. Selain bisa bermain drama, mereka juga mampu menyiapkan pertunjukan drama," kata Nanik.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau