Paket Ganja Renny Djajoesman Dibeli dari Pengedar di Salemba

Kompas.com - 31/05/2012, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis dan aktivis antinarkoba, Renny Djajoesman, mendapat dua kali kiriman paket berisi ganja ke rumahnya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Renny langsung melaporkan kiriman paket itu ke Polda Metro Jaya pada tanggal 24 Mei 2012.

Setelah ditelusuri, polisi kemudian membekuk MRS (27) pada tanggal 30 Mei 2012. Dari pengakuan MRS, polisi mengetahui bahwa motif pengiriman paket ganja itu adalah untuk menyebar fitnah kepada salah satu rekan istrinya yang juga guru di SMKN 2 Jakarta.

Rekan istri MRS yang bernama Rosmiati itu telah memberikan tempat tinggal kepada istri MRS yang bernama Ve. MRS dan istrinya sudah pisah ranjang sejak enam bulan lalu. Kepala Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Toni Suryaputra menegaskan bahwa pengiriman paket ganja itu murni bermotif sakit hati dan berniat menyebar fitnah untuk mencari perhatian sang istri.

"Kami pastikan motifnya karena masalah pribadi. Tidak ada dalam pikirannya bahwa memiliki atau menyebarkan ganja jelas bisa kena pindana," imbuh Toni, Kamis (31/5/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Kendati bukan menjadi motif utama, polisi tetap akan menelusuri asal mula ganja tersebut. Menurut pengakuan MRS, ganja itu dibelinya dari seorang pria tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

MRS ketika itu membeli satu bungkus dengan harga Rp 300.000. Saat penggerebekan di rumah kontrakannya, polisi juga masih menemukan sisa ganja di rumahnya. Sementara yang dikirimkan ke Renny terdiri dari dua amplop berisi 1,1 gram ganja dan 1 gram ganja.

"Kami masih telusuri siapa pengedarnya. Dari pengakuan tersangka, dia tahu di salah satu tempat pencucian motor di kawasan Salemba. Kami sudah kirim tim untuk penyelidikan secara intensif, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap," pungkas Toni.

Sebelumnya, dua amplop berisi ganja yang dikirim ke rumah Renny Djajoesman di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2012) siang lalu. Dua amplop itu ditujukan oleh pengirim bernama Rosmiati kepada kedua anak Renny, Yuka Mandiri dan Indra Karisma atau Gerowong.

Seperti saat ditunjukkan kepada para wartawan, dua amplop putih itu tertera nama pengirimnya Rosmiati. Namun, alamat pengirimnya berbeda. Pada surat yang dikirim untuk Yuka, alamat pengirim tertulis di SMKN 2 Jakarta, Jalan Batu 3, Gambir, Jakarta Pusat, dengan nomor telepon 021-3846219. Sementara dalam surat ditujukan kepada Gerowong, alamatnya adalah Jalan Jati Raya, Gang Maat, Nomor 248 RT 08 RW 09, Bedeng, Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, 11730, dengan mencantumkan nomor telepon 082122915106.

Adapun kedua paket itu dikirim dari JNE Jalan Tomang Raya Nomor 11, Jakarta Barat. Setelah menerima dua amplop berisi ganja itu, Renny langsung melapor ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau