Pilkada dki

Pemilih Ganda di Lintas Kecamatan Paling Banyak

Kompas.com - 31/05/2012, 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-  Di wilayah Jakarta Selatan, data  ganda paling banyak ditemukan di lintas kecamatan. Setelah disisir berulang kali, terdapat sekitar 13.000 nama pemilih bermasalah, hampir sebagian data itu merupakan pemilih ganda. Sementara sisanya bermasalah karena memiliki nomor induk kependudukan yang tidak lazim.

"Perbaikan data berakhir hari ini. Jumlah pemilih di Jakarta Selatan menjadi berkurang 13.000 dari semula 1.525.275 pemilih," tutur Abdul Salam, Ketua Kelompok Kerja Pemutahiran Data, Komisi Pemilihan Umum Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2012).

Hasil penyisiran data ditemukan 3.000 nama ganda lintas kelurahan, 5.500 nama bermasalah tingkat kecamatan, dan 4.500 pemilih bermasalah tingkat kota. Dari sepuluh kecamatan, pemilih terbanyak ada di Kecamatan Pasar Minggu 215.132 orang (sebelum ditemukan pemilih bermasalah).

Adapun nama ganda antarkecamatan itu lebih banyak ditemukan dari wilayah pusat kota ke wilayah pinggir. Wilayah pusat yang dimaksud adalah Tebet, Kebayoran Baru Setia Budi, dan Pancoran. Sementara wilayah pinggir yang dimaksud Jagakarsa, Lenteng Agung, Pesanggrahan, dan Pasar Minggu. Fakta ini sekaligus menggambarkan mobilitas penduduk dari wilayah pusat ke wilayah pinggir Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau