KOMPAS.com - Kebiasaan merokok, minum kopi, atau wine setiap hari, lama-kelamaan akan membuat warna gigi menjadi pudar. Warna gigi yang pudar dan kekuningan tak jarang membuat kepercayaan diri seseorang menurun.
"Banyak cara yang digunakan untuk memutihkan gigi, salah satu cara yang paling mudah dan banyak digunakan adalah dengan menggunakan berbagai produk oral care berpemutih," ungkap Prof Dr drg Melanie Soedono, MBiomed, dalam acara Formula "Masquerade Ball" beberapa waktu lalu di Jakarta.
Meskipun pasta gigi berpemutih mudah ditemukan di pasaran, tetapi sebaiknya Anda tetap berhati-hati saat memilih produk ini karena tidak semuanya aman digunakan. Melanie mengungkapkan, beberapa pasta gigi berpemutih yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa membuat gigi menjadi lebih kusam dan mudah berlubang.
"Salah satu kandungan bahan kimianya yang sangat berbahaya adalah peroksida (H2O2)," bebernya.
Pasta gigi yang mengandung bahan aktif ini bekerja memutihkan gigi dengan cara mengikis dan merusak lapisan email gigi. Pengikisan email gigi ini akan berakibat pada semakin menipisnya lapisan pelindung saraf-saraf di dalam gigi. Lapisan perlindungan saraf yang tipis akan membuat gigi menjadi sensitif, lalu menjadi terasa ngilu saat terjadi perubahan suhu ekstrim di dalam mulut.
Proses yang paling berbahaya adalah saat pasta gigi ini bertemu dengan air. Kandungan peroksida yang ada di dalam pasta gigi akan bereaksi, dan menghasilkan senyawa kimia yang merusak gigi. Ion peroksida memiliki sifat sangat basa, dan ketika bertemu dengan air menjadi senyawa hidrogen peroksida yang bersifat asam. Seperti diketahui, asam bisa merusak gigi dan membuatnya menjadi keropos.
Selain itu, penggunaan pasta gigi berpemutih yang mengandung peroksida juga bisa berbahaya untuk gusi dan lapisan lunak di mulut lainnya (mukosa). Dalam penggunaan jangka panjang, kandungan peroksida dalam pasta gigi akan menyebabkan iritasi pada lapisan lunak di mulut, dan menyebabkan berbagai penyakit mulut seperti radang. Sebaiknya teliti dulu kandungan bahan aktif di dalam kemasan sebelum memutuskan membeli pasta gigi dengan pemutih gigi.
"Jadilah konsumen yang pintar dan teliti, jangan hanya jadi korban iklan," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang