Pasta Gigi Berpemutih Bikin Gigi Sensitif

Kompas.com - 31/05/2012, 16:47 WIB

KOMPAS.com - Kebiasaan merokok, minum kopi, atau wine setiap hari, lama-kelamaan akan membuat warna gigi menjadi pudar. Warna gigi yang pudar dan kekuningan tak jarang membuat kepercayaan diri seseorang menurun.

"Banyak cara yang digunakan untuk memutihkan gigi, salah satu cara yang paling mudah dan banyak digunakan adalah dengan menggunakan berbagai produk oral care berpemutih," ungkap Prof Dr drg Melanie Soedono, MBiomed, dalam acara Formula "Masquerade Ball" beberapa waktu lalu di Jakarta.

Meskipun pasta gigi berpemutih mudah ditemukan di pasaran, tetapi sebaiknya Anda tetap berhati-hati saat memilih produk ini karena tidak semuanya aman digunakan. Melanie mengungkapkan, beberapa pasta gigi berpemutih yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa membuat gigi menjadi lebih kusam dan mudah berlubang.

"Salah satu kandungan bahan kimianya yang sangat berbahaya adalah peroksida (H2O2)," bebernya.

Pasta gigi yang mengandung bahan aktif ini bekerja memutihkan gigi dengan cara mengikis dan merusak lapisan email gigi. Pengikisan email gigi ini akan berakibat pada semakin menipisnya lapisan pelindung saraf-saraf di dalam gigi. Lapisan perlindungan saraf yang tipis akan membuat gigi menjadi sensitif, lalu menjadi terasa ngilu saat terjadi perubahan suhu ekstrim di dalam mulut.

Proses yang paling berbahaya adalah saat pasta gigi ini bertemu dengan air. Kandungan peroksida yang ada di dalam pasta gigi akan bereaksi, dan menghasilkan senyawa kimia yang merusak gigi. Ion peroksida memiliki sifat sangat basa, dan ketika bertemu dengan air menjadi senyawa hidrogen peroksida yang bersifat asam. Seperti diketahui, asam bisa merusak gigi dan membuatnya menjadi keropos. 

Selain itu, penggunaan pasta gigi berpemutih yang mengandung peroksida juga bisa berbahaya untuk gusi dan lapisan lunak di mulut lainnya (mukosa). Dalam penggunaan jangka panjang, kandungan peroksida dalam pasta gigi akan menyebabkan iritasi pada lapisan lunak di mulut, dan menyebabkan berbagai penyakit mulut seperti radang. Sebaiknya teliti dulu kandungan bahan aktif di dalam kemasan sebelum memutuskan membeli pasta gigi dengan pemutih gigi.

"Jadilah konsumen yang pintar dan teliti, jangan hanya jadi korban iklan," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau