Mantan Istri Jadi Otak Penembakan Husein

Kompas.com - 31/05/2012, 17:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polrestabes Bandung berhasil meringkus tiga pelaku penembakan terhadap Husein Witarja Komara (42) pada Selasa (29/5/2012). Tiga orang itu adalah mantan istri korban IG (33), A (43) sebagai pelaku penembakan, dan DS (42) sebagai pelaku yang ikut dalam perencanaan penembakan. IG adalah otak dari rencana pembunuhan Husein.

"IG berencana akan memberikan dana Rp 200 juta kepada pelaku penembakan, A," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, di Gedung Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Menurut Saud, penembakan Husein berlatar belakang masalah keluarga. Namun, ia belum dapat menjelaskan secara rinci karena masih dalam proses penyidikan terhadap tiga tersangka. Dari penangkapan ini, polisi juga menyita sebuah mobil Avanza.

"Kasus ini ditangani Polrestabes Bandung dan saat ini pengembangan selanjutnya sedang diproses. Masih dicari, apakah masih ada tersangka yang berkembang," tandas Saud.

Husein Witaja Komara adalah korban penembakan di Jalan Kapten Tendean Bandung. Ia ditembak sekitar pukul 10.20 saat mengemudikan mobil Land Cruiser D 1 EB di kawasan tersebut, 4 Mei lalu. Dari hasil otopsi jenazah Husein di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, terdapat luka tembak di dada atas sebelah kanan serta punggung sebelah kiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau