AMBON, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon memperkirakan kerugian akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Ambon, akibat hujan deras beberapa waktu lalu, mencapai Rp 41 miliar. Kerugian tersebut akibat kerusakan rumah, dan sejumlah ruas jalan nyaris putus di Kota Ambon.
“Kami sudah estimasi kerugian akibat bencana longsor di Kota Ambon. Untuk rumah rusak ringan dan berat kita perkirakan Rp 1 miliar sedangkan badan jalan yang terancam putus mencapai Rp 40 miliar. Jadi totalnya Rp 41 miliar,” kata Kepala BPBD Kota Ambon, Tjokro Broery, Kamis (31/5/2012).
Menurut Tjokro, data korban yang meninggal dan korban harta benda akibat bencana alam semakin bertambah. Di mana sampai saat ini, korban yang meninggal dunia sembilan orang, luka berat satu orang dan luka ringan lima orang. Sementara rumah rusak total awalnya tiga unit kini bertambah menjadi enam unit, rusak berat 26 unit dan rusak ringan 73 unit. “Jadi rumah yang mengalami kerusakan hingga saat ini sekitar 105 unit rumah,” jelasnya.
Tjokro mengakui, longsoran tanah tertutup badan jalan ada lima titik, longsoran badan jalan mengakibatkan jalan terancam putus serta longsoran tanah pemukiman ada 82 titik yang tersebar pada empat kecamatan, yakni Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon Baguala dan Leitimur Selatan.
Tjokro mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan estimasi kerugian tersebut kepada Pemerintah Pusat. Ia juga mengatakan dana yang akan disalurkan Pemerintah Pusat akan diberikan kepada warga yang rumahnya rusak sesuai tingkat kerusakan. “Misalnya, atap seng rusak 10 lembar maka kita ganti dengan seng 10 lembar. Jadi diganti sesuai tingkat kerusakan,” terangnya.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB akan memberikan bantuan tanggap darurat kepada Pemerintah Kota. Bantuan tersebut, kata Tjokro, akan digunakan untuk memperbaiki kerusakan secara darurat akibat bencana alam yang terjadi.
Dia juga menambahkan, dalam waktu dekat, BNPB Pusat akan memberikan santunan bagi korban meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang