Alex Noerdin Minta Dukungan Mahasiswa Atma Jaya

Kompas.com - 31/05/2012, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin, mengisi kuliah umum tentang otonomi daerah di Fakultas Hukum, Universitas Atma Jaya, Kamis (31/5/2012) sore. Di sela-sela kuliah umumnya itu, Alex berpesan agar para civitas akademika Universitas Atmajaya mendukungnya maju sebagai DKI 1.

"Pertama kali dalam sejarah alumni Atma Jaya ada yang jadi calon Gubernur. Saya yakin bisa membanggakan civitas Atma Jaya. Maka dari itu saya mohon dukungannya buat yang di sini dan juga yang di luar," ujar Alex, Kamis sore, di Universitas Atma Jaya.

Alex yang merupakan alumni dari FH Universitas Atma Jaya ini menyadari bahwa ajakan dukungan itu tidak diperkenankan di masa tenang ini karena masa kampanye belum dimulai. Namun, menurutnya, ajakan itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan kekacauan daftar pemilih sementara (DPS) yang terjadi saat ini.

"Tadi saya katakan ke Panwaslu untuk selesaikan dulu masalah itu daripada urus kandidat yang sampaikan visi dan misinya di ruang tertutup begini," ucap Alex.

Alex kembali meminta Panwaslu untuk mengungkap ketidaknetralan aparat birokrasi mulai dari Kecamatan, Kelurahan, hingga tingkat RT dan RW. "Itu adalah pelanggaran pilkada paling berat dan sanksinya pidana," ujar Alex.

Ia menduga ada permainan aparat birokrasi dalam 1,4 juta suara fiktif dan juga temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal menurunnya dana bantuan sosial dan sejumlah pajak daerah. "Di antara kami berenam, yang paling memungkinkan melakukan itu semua kan incumbent," pungkas Alex.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau