Pelatih di piala eropa 2012

Trapattoni, Si Penganut Setia Gaya Konservatif

Kompas.com - 01/06/2012, 14:09 WIB

KOMPAS.com - Reputasi Giovanni Trapattoni sebagai pelatih klub tak perlu diragukan. Pria berusia 73 tahun ini sudah banyak makan asam garam sekaligus menikmati manisnya gelar juara saat menangani klub papan atas Italia, seperti AC Milan, Inter Milan, ataupun Juventus. Dia juga menambah kisah sukses kepelatihannya bersama klub Jerman, Austria, dan Portugal.

Pengalamannya sebagai pemain juga semakin memperkaya cara pandangnya soal sepak bola. Trapattoni dikenal sebagai pelatih yang berkarakter dan selalu punya visi yang jelas terhadap tim yang dipimpinnya.

Ketika ditunjuk sebagai pelatih Irlandia tahun 2008, tidak sedikit pengamat yang melihatnya dengan sinis. Ini karena Irlandia merupakan tim nasional pertama yang akan ditangani Trapattoni.

Awalnya tidak mudah buat Trapattoni. Namun, pria asal Italia ini punya gaya sendiri untuk menjawab tantangan. Keberhasilannya membawa Irlandia ke putaran final Piala Eropa 2012 adalah prestasi gemilang pertama tim berjuluk ”The Boys in Green” setelah tahun 1988.

Namun, buat sebagian suporter Irlandia, hasil ini tetap tak memuaskan. Apalagi buat penggemar yang sudah terbiasa menikmati gaya sepak bola liberal yang belakangan ini selalu diperagakan Barcelona atau tim Spanyol.

Trapattoni mengaku tak terlalu pusing dengan kritikan ini. Dengan enteng dia mengatakan, dia lebih mementingkan hasil akhir daripada menampilkan permainan sepak bola yang menghibur.

Selalu percaya

”Sepuluh tahun lalu di ajang Piala Dunia 2002, kubu Irlandia lama bermain sangat baik dalam kurun waktu 10-12 tahun terakhir. Kini segala sesuatunya tentang sepak bola sudah sangat berbeda,” kata Trapattoni, seperti dikutip BBC.

”Apa yang selalu saya minta dari tim adalah untuk selalu percaya dengan kemampuan sendiri. Kami sudah menunjukkan dan meminta mereka melakukan seperti yang diminta dan mereka memahami,” ujarnya.

Ditambahkan, dalam sepak bola, ada pertunjukan dan juga ada hasil. ”Anda bisa menampilkan permainan yang indah seperti Bayern Muenchen di final Liga Champions, tetapi tak bisa meraih hasil bagus. Setelah tiga hari, hasil itu tetap ada dan penampilan akan dilupakan. Sebaliknya, orang akan mengenang Chelsea,” ujarnya.

Trapattoni banyak dikritik karena menampilkan teknik-teknik permainan lama yang dianggap sudah ketinggalan zaman, yakni bermain bertahan dan menyerang jika ada kesempatan. Namun, inilah gaya sepak bola konservatif. Trapattoni adalah pelatih yang setia dengan satu pola. Jadi, jangan pernah berharap bisa menyaksikan gaya sepak bola indah yang liberal dari tim Irlandia. (GATOT WIDAKDO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau