Pasar Saham Eropa Terpuruk, Euro Melorot ke Level Terendah

Kompas.com - 02/06/2012, 02:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com Pasar saham Eropa merosot lagi dan euro mencapai titik terendah 23 bulan terhadap dollar AS pada Jumat (1/6/2012) waktu setempat. Hal ini terjadi karena data pekerjaan AS buruk menyusul berita ekonomi lemah dari China dan zona euro.

Indeks acuan FTSE 100 di London ditutup turun 1,14 persen pada 5.260,19 poin, sementara di Frankfurt indeks DAX 30 jatuh 3,42 persen menjadi 6.050,29 poin. Adapun di Paris, indeks CAC 40 turun 2,21 persen menjadi 2.950,47 poin.

Euro menukik pada satu titik ke 1,2288 dollar AS, tingkat terendah yang terlihat terakhir pada 1 Juli 2010, sebelum kembali ke 1,2389 dollar, seusai naik dari 1,2361 dollar AS pada akhir Kamis. Dollar AS juga dibeli pada 78,17 yen, turun dari 78,33 yen pada hari Kamis.
    
Angka angkatan kerja AS yang diawasi ketat jauh di bawah ekspektasi atau meningkat 150.000 pekerjaan, sedangkan tingkat pengangguran terus stabil pada 8,1 persen. Data menunjukkan bahwa pemulihan yang baru lahir di pasar kerja telah terhenti. Di kuartal pertama, jumlah rata-rata pekerjaan baru adalah 226.000, sedangkan pada April dan Mei, rata-rata turun menjadi 73.000.

Data tersebut membawa saham AS jatuh, dengan kondisi bahwa Dow Jones Industrial Average menurun 1,80 persen menjadi 12.170,45 poin dalam perdagangan tengah hari. Sementara itu, indeks S&P 500 jatuh 1,95 persen menjadi 1.284,81 poin, dan indeks komposit Nasdaq turun 2,19 persen menjadi 2.765,42.

Awal perdagangan yang lemah untuk Juni terjadi setelah Mei yang "menyedihkan", dengan kondisi bahwa sebagian besar pasar menyerahkan hampir semua keuntungan mereka sejak pergantian tahun karena krisis utang zona euro kembali ke fokus yang tajam. "Ini adalah awal yang buruk (untuk Juni) setelah bulan yang juga buruk. Apakah kita melihat lebih banyak prospek pelonggaran moneter dari The Fed?" analis Gekko Global Market, Anita Paluch, mengacu pada langkah-langkah stimulus sebelumnya yang disebut pelonggaran kuantitatif oleh Federal Reserve AS.

"Laporan ketenagakerjaan Mei jelas menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS memburuk lagi, yang pasti akan mendorong lebih banyak spekulasi bahwa QE3 akan datang segera," tambah Paul Ashworth dari Capital Economics.

"Sementara di Asia, angka manufaktur China semalam tidak melakukan apa pun untuk memadamkan kekhawatiran bahwa China kemungkinan mengalami penurunan ekonomi secara tajam (hard landing) dibanding perkiraan sebelumnya," kata Rebecca O’Keeffe, kepala investasi di broker online Interactive Investor.

China mengatakan, aktivitas manufaktur tumbuh di tingkat yang lebih lambat dari yang diharapkan pada Mei. Kondisi itu mengonfirmasi lebih lanjut bahwa negara dengan ekonomi nomor dua dunia itu melambat lebih cepat setelah data buruk baru-baru ini tercatat pada perdagangan, investasi, dan produksi industri.

Federasi Logistik dan Pembelian China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa indeks pembelian manajer resmi (PMI) turun menjadi 50,4 dari 53,3 pada April. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi. HSBC mengatakan bahwa PMI untuk Mei tercatat sebesar 48,4, sementara April pada angka 49,3.

Data China mengirim harga minyak Brent di bawah 100 dollar AS per barrel untuk kali pertama dalam delapan bulan.

Pada Jumat, data juga menunjukkan bahwa pengangguran zona euro mencapai rekor tinggi, 11 persen, dan Spanyol yang paling terpukul dengan angka 24,3 persen pada bulan April. Lebih dari 17,4 juta orang adalah pengangguran di kawasan "17 negara mata uang tunggal" pada bulan April karena 110.000 orang lebih, pria dan wanita, bergabung dalam antrean pengangguran, menurut badan data Eurostat.

Berita ini muncul karena masa depan politik dan ekonomi Yunani masih belum jelas, dan sektor perbankan Spanyol tampak kian rapuh, memicu kekhawatiran bahwa Madrid, yang sarat utang, bisa saja memerlukan dana talangan internasional.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau