AS Akan Tambah Armada di Asia Pasifik

Kompas.com - 02/06/2012, 16:17 WIB

AS berencana memperkuat posisinya di Asia Pasifik dengan menempatkan sebagian besar kapal perangnya ke wilayah tersebut pada 2020, seperti disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Leon Panetta.

Dia mengatakan, pada 2020 akan ditempatkan sekitar 60 persen armada. Langkah ini merupakan indikasi yang jelas dari strategi baru AS di Asia.

Dalam pertemuan pertahanan regional di Singapura, Panetta mengatakan, penempatan kapal perang ini tidak bertujuan untuk menahan kekuasaan China.

Beijing mengindikasikan ketidaksukaannya dengan kehadiran AS di wilayah ini.

November lalu, Presiden AS Barack Obama mengumumkan bahwa wilayah Asia Pasifik merupakan "priotitas utama" dari kebijakan keamanan AS.

Dalam komentarnya tampak menantang China, yang berusaha keras untuk menjadi kekuatan utama wilayah.

"Di 2020, Angkatan Laut akan menambah pasukannya dari hari ini dengan pembagian sekitar 50-50 persen antara Pasifik dan Atlantik menjadi 60-40 antara kedua samudra itu," kata Panetta dalam Shangri-La Dialogue Conference.

"Ini akan mencakup enam pesawat pengangkut di wilayah ini, sebagian besar kapal, penghancur, kapal perang, dan kapal selam."

Anggaran cukup

Panetta mengatakan, AS bermaksud untuk meningkatkan jumlah dan besaran pelatihan bersama dengan sekutunya di wilayah ini.

Dia mengatakan, masalah anggaran AS tidak akan menghentikan perubahan (kebijakan) itu sembari menyatakan Kementerian Pertahanan AS memiiliki dana dalam rencana anggaran per lima tahun untuk mencapai tujuan tersebut.

"Ini akan memakan waktu beberapa tahun untuk konsep ini, dan banyak investasi yang kami buat agar (rencana) ini berjalan sepenuhnya," kata dia.

Sengketa wilayah Laut China Selatan antara China dan sejumlah sekutu AS, termasuk Filipina, semakin meningkat dalam beberapa tahun.

Peningkatan kehadiran AS di wilayah itu tampaknya diharapkan oleh sejumlah negara dan "mengganggu" Beijing.

Panetta mencoba meredam situasi dan menyatakan akan mengunjungi China pada akhir tahun ini.

"Sejumlah pandangan mengatakan, peningkatan oleh AS di wilayah Asia Pasifik sebagai tantangan bagi China," kata dia.

"Saya menolak pandangan itu. Upaya kami adalah untuk memperbarui dan keterlibatan intensif kami di Asia sejalan dengan pembangunan dan pertumbuhan China. Tentu saja, peningkatan kehadiran AS di wilayah ini akan memberi keuntungan bagi China di masa seperti keamanan dan kesejahteraan di masa mendatang."

Januari lalu, media Pemerintah China juga mengatakan, peningkatan kehadiran AS di wilayah ini akan meningkatkan stabilitas dan kesejahteraan.

Tetapi, negara itu juga memperingatkan AS untuk tidak mempertontonkan kekuatan dan mengatakan militer AS akan mengancam perdamaian.

Selain menghadiri Shangri-La Dialogue Conference, Panetta juga akan berkunjung ke Vietnam dan India.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau