Lima Timses Tolak DPT, Timses Foke 'Ikut' KPUD

Kompas.com - 02/06/2012, 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Jumlah Daftar Pemilu Tetap Pilkada DKI Jakarta, Sabtu (2/6/2012) berlangsung alot. Lima tim sukses cagub-cawagub menuntut KPU Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Deni Iskandar, Ketua Tim Advokasi pasangan Jokowi-Ahok menegaskan, pihaknya menuntut KPUD sebagai penyelenggara untuk memperbaiki DPT, karena pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan. Setidaknya, pihaknya mencatat sekitar 175.000 potensi pemilih ganda.

"Rencana untuk penggelembungan suara yang mencederai demokrasi, itu masif serta terencana. Sekali lagi masif dan terencana. Oleh karena itu kami menolak penetapan DPT," ujarnya.

Rois Hadayana, Ketua Tim Advokasi pasangan Hidayat-Didik juga mengungkapkan hal yang sama. Rois berharap, temuan-temuan yang dibeberkan oleh beberapa tim sukses, mampu membuka mata hati komisioner KPUD untuk memperbaikinya.

"Agar melakukan proses demokrasi yang sungguh-sungguh. Dengan demikian sekali lagi, kami tidak bisa menerima terhadap hal yang ingin ditetapkan oleh KPUD tersebut," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Rainhard Parapat, Ketua Tim Advokasi pasangan Faisal-Biem. Dengan melihat temuan DPT ganda yang tersebar di Jakarta, KPUD harusnya tidak tergesa-gesa menetapkan DPT dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012.

"Kami khawatir kalau secara subyektif diputuskan, akan terjadi gugatan hukum. Kami minta untuk memperbaiki sistem yang dilakukan, masih ada waktu untuk KPUD bisa melakukan itu," ujarnya.

Sementara, jawaban berbeda dikatakan Dasril Afandi, Ketua Tim Advokasi pasangan Foke-Nara. Ia menegaskan, KPUD ibarat wasit yang memimpin permainan. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengikuti tata cara yang ditetapkan penyelenggara terkait masalah penetapan DPT.

"Bagi kami pasangan yang mendorong menang dengan bermartabat. Kami serahkan ke KPUD, apapun yang KPUD tentukan, kami siap mengikuti tata cara apa yang diberikan," tegasnya.

Hingga pukul 22.16 WIB pun, rapat masih berlangsung alot. Hadir dalam rapat tersebut, seluruh jajaran KPU Provinsi DKI Jakarta, Panitia Pengawas Pemilu dan tim sukses masing-masing calon gubernur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau