JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) fiktif sebanyak 1,4 juta jiwa belum selesai hingga saat ini. Calon Gubernur DKI Alex Noerdin meminta kepada Panwaslu DKI untuk memeriksa lagi adanya temuan pemilih siluman tersebut.
Menurutnya Panwaslu DKI harus mengambil sikap tegas karena selama proses pemilukada DKI, berbagai macam pelanggaran sudah sering terjadi, contohnya seperti kasus di Kepulan Seribu dan Kelurahan Gondangdia, Jakarta Pusat.
"Kalau ada aparat birokrasi yang tidak netral, itu pelanggaran pemilukada yang paling berat. Kemudian soal DPS, ada temuan 1,4 juta dan katanya sudah 800 ribuan yang dicoret, tetapi belum selesai sepenuhnya," ujar Alex Noerdin, Minggu (3/6/2012) dalam keterangan persnya.
Pada kesempatan tersebut, Alex juga berkomentar mengenai kegiatannya yang sering menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar, seperti di Semper Jakarta Utara, ataupun saat Golkar Jakarta Utara memberikan santunan terhadap 200 anak yatim, serta santuan kematian bagi relawan Alex-Nono.
"Kalau sekadar memperkenalkan diri kepada rakyat kecil, jangan di semprit-semprit lah wajar saja," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, walaupun Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah ditetapkan oleh KPU DKI pada Sabtu (2/6/2012) kemarin, masih ada tim sukses pasangan calon yang belum bisa menerima hasil akhir DPT tersebut sebagai data yang akan digunakan saat pemilukada DKI 11 Juli nanti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang