Lebanon

Bentrok Kubu Pro dan Kontra-Assad, 13 Tewas

Kompas.com - 04/06/2012, 02:43 WIB

Tripoli, Minggu - Pemerintah Lebanon mengerahkan pasukan ke kota pelabuhan Tripoli, Minggu (3/6), sehari setelah bentrokan antara pendukung dan penentang Presiden Suriah Bashar al-Assad. Aksi kekerasan terburuk di Tripoli sejak protes antipemerintah berkobar di Suriah—tetangga Lebanon—itu menyebabkan 13 orang tewas dan 42 orang terluka.

Warga mengatakan suasana kembali tenang sejak tentara tiba di kota itu pukul 07.00. Sebelumnya, dua kelompok bersenjata yang bertikai saling menyerang menggunakan senapan mesin dan pelontar granat.

Seperti dikutip BBC, bentrokan terjadi di distrik Bab al-Tabbaneh dan Jebel Mohsen, yang masing-masing dihuni warga Sunni dan Alawite, kelompok pendukung Al-Assad. Korban berjatuhan di distrik Bab Al-Tabbaneh, yang antirezim Suriah.

Sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari, suara tembakan, roket, dan ledakan granat terdengar silih berganti. Dewan Keamanan Nasional Lebanon menyebutkan, serangan terjadi bergantian, ditingkahi letusan senapan penembak jitu yang mengincar warga setempat.

Salah satu milisi asal Jebel Mohsen mengatakan, pertempuran itu terjadi sebagai balasan kaum Alawite terkait serangan Sunni beberapa waktu lalu.

Kelompok Sunni menyerang kubu pendukung Al-Assad setelah ulama mereka, Shadi al-Moulawi, ditahan karena tuduhan terorisme, pertengahan Mei lalu. Al-Moulawi disebut ditangkap karena membantu pengungsi Suriah. Tidak terima dengan penangkapan pemimpin mereka, kaum Sunni menyerang Alawite sehingga lima warga tewas.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati bersama sejumlah politisi Tripoli berupaya meredam pertikaian yang terjadi dengan mengunjungi lokasi bentrokan. Mikati meminta pasukan keamanan bersikap tegas mengatasi bentrokan itu.

Namun, Mikati meminta petugas keamanan bersikap netral dan tidak memihak. ”Tentara Lebanon harus bertindak cepat menghentikan bentrokan tanpa diskriminasi,” kata Mikati.

Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan, mengingatkan pertikaian Sunni dengan Syiah Alawite di Suriah dapat meluas setiap saat, terutama di perbatasan. ”Atasi segera, jangan sampai dunia internasional turun tangan karena pemerintah setempat tidak mampu mengatasi pertikaian dua kubu,” kata Annan. (Reuters/afp/HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau