Tiga Siswa Yahudi Diserang di Perancis

Kompas.com - 04/06/2012, 11:01 WIB

Sekelompok pemuda bersenjatakan palu dan besi menyerang dan melukai tiga siswa Yahudi di Lyon, Perancis. Ketiga siswa Yahudi itu, yang semuanya mengenakan topi khas Yahudi, diserang usai meninggalkan sekolah khusus Yahudi, di wilayah Villeurbaine, dekat kota Lyon.

Akibat serangan itu, dua diantara korban harus dirawat di rumah sakit karena cedera kepala dan leher.  Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls pada Minggu (03/06) mengecam serangan dan mengatakan pemerintah bertekad melawan segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Sejauh ini belum ada yang ditangkap, tetapi kepolisian Perancis telah mengerahkan aparatnya untuk menangkap para penyerang yang berjumlah sekitar sepuluh orang.

Serangan Toulouse

Dibanding negara-negara Eropa barat lainnya, komunitas Yahudi paling banyak mendiami Perancis, yang diperkirakan jumlahnya mencapai 500.000 orang.

Sebelumnya warga Perancis dikejutkan peristiwa serangan bersenjata oleh seorang pria Muslim yang menyebabkan seorang rabi dan tiga anak Yahudi tewas di Toulouse.  Serangan mematikan yang menyasar kelompok masyarakat Yahudi ini pernah terjadi pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Namun pada saat itu serangan tidak pernah menjadikan anak-anak sebagai target utama.  Serangan paling buruk tercatat pada tahun 1982 dimana enam orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka saat tengah berada di sebuah restoran Yahudi di Paris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau