Ketenagakerjaan

STP Bandung Sulit Penuhi Permintaan Tenaga Kerja

Kompas.com - 04/06/2012, 12:16 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com  - Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung kesulitan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja yang datang dari perusahaan pariwisata. Dari 2.000 orang yang didatangkan ke bursa tenaga kerja, belum memenuhi 6.000 lowongan yang dicari 50 perusahaan peserta bursa tenaga kerja.

"Padahal, bursa tenaga kerja sudah dibuka untuk umum. Tidak hanya murid STP, tapi juga murid sekolah pariwisata di Bandung," kata Ketua Panitia Grand Recruitment STP Bandung, Zulkifli Harahap, mengisahkan bursa tenaga kerja yang digelar setahun sebelumnya, Senin (4/6).

Zulkifli ditemui dalam jumpa pers penyelenggaraan Grand Recruitment STP Bandung yang digelar di Dome Olahraga di dalam kompleks sekolah pada tanggal 5-6 Juni besok. Dia didampingi Direktur STP Bandung, Noviandi Makalam.

Dia mengharapkan bursa tenaga kerja ini bisa diikuti pencari kerja dari daerah lain, bahkan luar pulau. Pasalnya, perusahaan yang menawarkan lowongan juga berkantor di berbagai daerah seperti Bali. Ada pula dari luar negeri seperti Abu Dhabi, hingga kapal pesiar.

Noviandi menjelaskan bahwa bursa tenaga kerja ini sudah digelar untuk ke enam kalinya. Awalnya, program ini diperuntukkan bagi siswa STP Bandung tapi tiga tahun terakhir sudah dibuka untuk umum. (eld)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau