YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kalangan dunia usaha di Yogyakarta belum serius menggarap wisata malam. Padahal, potensi wisata di kota pelajar ini sangat luar biasa, khususnya memasuki musim liburan panjang.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta Deddy Pranowo mengatakan, tujuan wisata Yogyakarta di siang hari beranekaragam, seperti Malioboro, Keraton, Candi Prambanan, Tamansari, atau atau wisata pantai selatan. Namun demikian, beranjak ke malam hari, para wisatawan relatif sulit mencari tujuan wisata atau sekedar tempat nongkrong yang nyaman.
"Memang di malam hari seringkali ada pertunjukan tari Ramayana di kompleks Candi Prambanan atau wisata belanja di Malioboro. Tapi, wisata ini hanya terbatas hingga jam tertentu, sementara para wisatawan banyak yang ingin mengabiskan malam di Yogyakarta," ucapnya, Senin (4/6) di Yogyakarta.
Menurut Deddy, peluang bisnis wisata malam perlu digarap lebih serius karena pasarnya menjanjikan. Beberapa bentuk wisata yang bisa dikembangkan adalah, hiburan kelab malam yang berbasis budaya serta wisata kuliner malam. "Prinsipnya, tempat wisata ini bisa membuat para wisatawan ingin tinggal lebih lama di Yogyakarta," paparnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang