Kepariwisataan

Yogyakarta Belum Serius Garap Wisata Malam

Kompas.com - 04/06/2012, 16:25 WIB

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kalangan dunia usaha di Yogyakarta belum serius menggarap wisata malam. Padahal, potensi wisata di kota pelajar ini sangat luar biasa, khususnya memasuki musim liburan panjang.            

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta Deddy Pranowo mengatakan, tujuan wisata Yogyakarta di siang hari beranekaragam, seperti Malioboro, Keraton, Candi Prambanan, Tamansari, atau atau wisata pantai selatan. Namun demikian, beranjak ke malam hari, para wisatawan relatif sulit mencari tujuan wisata atau sekedar tempat nongkrong yang nyaman.            

"Memang di malam hari seringkali ada pertunjukan tari Ramayana di kompleks Candi Prambanan atau wisata belanja di Malioboro. Tapi, wisata ini hanya terbatas hingga jam tertentu, sementara para wisatawan banyak yang ingin mengabiskan malam di Yogyakarta," ucapnya, Senin (4/6) di Yogyakarta.            

Menurut Deddy, peluang bisnis wisata malam perlu digarap lebih serius karena pasarnya menjanjikan. Beberapa bentuk wisata yang bisa dikembangkan adalah, hiburan kelab malam yang berbasis budaya serta wisata kuliner malam. "Prinsipnya, tempat wisata ini bisa membuat para wisatawan ingin tinggal lebih lama di Yogyakarta," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau