Penghematan bbm bersubsidi

Pembatasan BBM Bisa Jadi Lebih Boros

Kompas.com - 04/06/2012, 16:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Pembatasan BBM subsidi di kalangan birokrasi tanpa sanksi tegas justru malah lebih boros. Soalnya, pemakaian mobil dinas dengan bahan bakar pertamax tetap saja digunakan untuk kegiatan nondinas karena pembelian BBM pertamax menggunakan uang negara.

Hal itu disampaikan pengamat ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang, Prof Dr FX Sugianto, Senin (4/6/2012) di Semarang, Jawa Tengah.

Sugiyanto menyatakan, penghematan BBM itu bukan perkara mudah karena hanya dibatasi BBM subsidi saja.

"Kalau perilaku pejabat birokrasi, apalagi kedudukan tinggi, siapa yang akan mengawasi secara ketat? Mobil dinas meski sudah diisi pertamax berapa pun kuotanya, istrinya tetap bisa pakai ke mal, anaknya minta antar ke sekolah, atau mobil itu tetap bisa dipakai apa saja," ujar Sugiyanto.

Oleh karena itu, Sugiyanto mengusulkan agar pemprov, pemkab, dan pemkot membentuk badan pengelola aset daerah yang tugasnya menyewa mobil dinas untuk pejabatnya dengan jatah kuota BBM yang pasti.

Karena mobil dinas itu sewaan, tentu saja pejabatnya dapat diawasi, baik oleh lembaga pengelola aset maupun si pengelola mobil yang disewa. Cara ini juga menghapus biaya perawatan karena urusan sudah ditanggung perusahaan persewaan mobil dinas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau