Soal Password, Indonesia Negara Terlemah

Kompas.com - 04/06/2012, 17:54 WIB

KOMPAS.com - Password yang dibuat oleh pemilik akun email dengan usia 55 tahun ternyata lebih kuat alias sukar ditebak dibandingkan pemilik akun email berusia 25 tahun.

Ini terungkap dari sebuah studi terhadap keamanan password yang dipimpin oleh Joseph Bonneau, peneliti komputer dari University of Cambridge.

Studi tersebut menemukan bahwa sebagian besar pengguna dengan usia lebih muda memilih password yang kurang aman dibandingkan yang direkomendasikan ahli keamanan.

Hasil penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan pengguna dari Jerman dan Korea menggunakan password yang paling kuat, sedangkan Indonesia adalah yang paling lemah.

Selain itu, didapat fakta bahwa orang yang memiliki kartu kredit akan memilih password yang lebih kuat, selain password standar "123456". Orang yang rajin mengganti password dari waktu ke waktu ternyata memiliki password yang lebih kuat dibandingkan yang jarang mengganti password.

Joseph Bonneau  mendapat kesempatan menganalisis password dari 70 juta pengguna Yahoo. Data-data tersebut diproteksi dengan teknik keamanan bernama hashing untuk memastikan ia tidak memiliki akses untuk masuk ke masing-masing akun. Ia hanya mengkalkulasi kekuatan password untuk kelompok demografis yang berbeda.

Cracking Bit

Bonneau menemukan bahwa pengguna yang memiliki password dengan kekuatan kurang dari 10 bit akan memiliki kemungkinan untuk diserang karena penyerang hanya memiliki 1000 kemungkinan password yang dicobanya.

Menurut Bonneau, 6 karakter password harus terdiri atas angka dan kombinasi huruf untuk menghasilkan keamanan sebesar 32 bit. Ia juga menyarankan untuk membuat 9 digit nomor sebagai pengganti password yang akan meningkatkan keamanan rata-rata.

Bonneau mempresentasikan temuan ini dalam Symposium on Security and Privacy di San Francisco, California, pada 23 Mei 2012 lalu.

"Ini adalah salah satu studi langka didasarkan pada daftar password yang secara aktif digunakan dan telah diperoleh secara sah," ungkap Lujo Bauer, yang mempelajari password di Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Pennsylvania.

Bauer mengatakan hal tersebut karena kebanyakan penelitian didasarkan pada database yang bocor, yang mungkin tidak lengkap. Sedangkan penelitian Bonneau justru dari database resmi yang digunakan secara sah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau