JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak khawatir terhadap situasi pasar modal Indonesia belakangan ini. Ia berpendapat, hal itu terjadi murni karena gejolak pasar modal dunia. "Saya nggak khawatir karena ini sepenuhnya gejolak pasar dunia," sebut Agus, di DPR, Senin (4/6/2012).
Pada hari Jumat (1/6/2012) kemarin, kata Menkeu, memang terjadi penurunan yang cukup tajam di pasar modal Eropa dan Asia. Tetapi, Agus tidak menaruh rasa khawatir terhadap kondisi itu. Karena, ia beranggapan, gejolak pasar sekarang ini tidak akan berlangsung lama.
Menurut Menkeu, hal terpenting saat ini adalah menjaga agar pasar modal Indonesia tetap sehat dan transparan. Lalu, disiplin pasar pun harus dipertahankan tetap tinggi. "Ini sifatnya hanya temporary yang penting market tahu bahwa Indonesia tetap menganut rezim devisa bebas," kata Agus.
Seperti diberitakan, kondisi ekonomi yang memburuk di zona euro dan AS membuat pasar modal setempat pun merosot. Hal ini lantas berimbas kepada pasar modal Indonesia. Pada Senin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 145,184 poin atau sekitar 3,83 persen ke level 3.654,582. Kejatuhan IHSG termasuk yang paling dalam di kawasan Asia.
Indeks LQ45 turun lebih dalam sebanyak 25,711 poin (4,01 persen) ke level 615,717. Indeks sempat jeblok ke level terendahnya di 3.677,155 di tengah perdagangan. Indeks Nikkei 225 turun 144,62 poin (1,71 persen) ke level 8.295,63. Indeks Komposit Shanghai anjlok 64,89 poin (2,73 persen) ke level 2.308,55. Indeks Hang Seng terperosok 372,75 poin (2,01 persen) ke level 18.185,59, sementara Indeks Straits Times turun 41,79 poin (1,52 persen) ke level 2.703,92.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang