Menkeu Tak Khawatirkan Gejolak Pasar

Kompas.com - 04/06/2012, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak khawatir terhadap situasi pasar modal Indonesia belakangan ini. Ia berpendapat, hal itu terjadi murni karena gejolak pasar modal dunia. "Saya nggak khawatir karena ini sepenuhnya gejolak pasar dunia," sebut Agus, di DPR, Senin (4/6/2012).

Pada hari Jumat (1/6/2012) kemarin, kata Menkeu, memang terjadi penurunan yang cukup tajam di pasar modal Eropa dan Asia. Tetapi, Agus tidak menaruh rasa khawatir terhadap kondisi itu. Karena, ia beranggapan, gejolak pasar sekarang ini tidak akan berlangsung lama.

Menurut Menkeu, hal terpenting saat ini adalah menjaga agar pasar modal Indonesia tetap sehat dan transparan. Lalu, disiplin pasar pun harus dipertahankan tetap tinggi. "Ini sifatnya hanya temporary yang penting market tahu bahwa Indonesia tetap menganut rezim devisa bebas," kata Agus.

Seperti diberitakan, kondisi ekonomi yang memburuk di zona euro dan AS membuat pasar modal setempat pun merosot. Hal ini lantas berimbas kepada pasar modal Indonesia. Pada Senin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 145,184 poin atau sekitar 3,83 persen ke level 3.654,582. Kejatuhan IHSG termasuk yang paling dalam di kawasan Asia.

Indeks LQ45 turun lebih dalam sebanyak 25,711 poin (4,01 persen) ke level 615,717. Indeks sempat jeblok ke level terendahnya di 3.677,155 di tengah perdagangan. Indeks Nikkei 225 turun 144,62 poin (1,71 persen) ke level 8.295,63. Indeks Komposit Shanghai anjlok 64,89 poin (2,73 persen) ke level 2.308,55. Indeks Hang Seng terperosok 372,75 poin (2,01 persen) ke level 18.185,59, sementara Indeks Straits Times turun 41,79 poin (1,52 persen) ke level 2.703,92.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau