Kasus korupsi

Fadel Diperiksa di Kejati Gorontalo

Kompas.com - 05/06/2012, 02:58 WIB

GORONTALO, KOMPAS - Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad diperiksa di kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Senin (4/6), di Gorontalo. Pemeriksaan ini terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Aloei Saboe tahun 2004 dan dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran APBD Provinsi Gorontalo 2001. Dalam kasus dana Silpa 2001, Fadel berstatus tersangka.

Fadel diperiksa sejak pukul 09.00 hingga 13.30 Wita dan menerima sekitar 20 pertanyaan dari penyidik. Seusai diperiksa, Fadel mengatakan kepada wartawan, dirinya sama sekali tak terlibat dalam kedua kasus tersebut. Ia mengatakan sudah menjelaskan kedudukannya dalam kedua perkara itu kepada penyidik. Saat kedua kasus itu terjadi, Fadel menjabat Gubernur Gorontalo.

”Untuk kasus pengadaan alat kesehatan tahun 2004, saya diperiksa sebagai saksi. Sudah saya jelaskan posisi dan keputusan yang saya ambil pada kasus ini saat menjabat sebagai gubernur. Tidak ada satu pun terkait dengan saya. Begitu juga dengan dana Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) senilai Rp 5,4 miliar, saya sama sekali tidak bersalah,” ujar Fadel.

Dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo menetapkan dua tersangka, yakni mantan Kepala Dinas Provinsi Gorontalo Thamrin Podungge serta Richard selaku pelaksana pengadaan alat dari pihak ketiga. Richard sudah divonis empat tahun penjara.

”Untuk kasus atas nama Richard, kami mengajukan banding dan saat ini masih dalam proses. Adapun kasus yang atas nama Thamrin Podungge, yang bersangkutan belum kami periksa karena sakit dan saat ini dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta,” ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Gorontalo Muhammad Sunarto. (APO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau