JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang menyangsikan janji-janji kampanye calon Gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin, yang terbilang cukup ambisius lantaran disertai dengan target waktu yang terbilang singkat. Salah satu janji kampanye Alex adalah biaya pendidikan dan pengobatan gratis yang akan dilakukannya sehari setelah pelantikan Gubernur jika nantinya terpilih. Keraguan itu disadari Alex.
Dalam pertemuan dengan jajaran redaksi Kompas Gramedia di kantor Warta Kota beberapa waktu lalu, Alex memaparkan strateginya untuk mewujudkan janji itu. "Kalau saya menang saya panggil Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala Biro Perekonomian, Kepala Biro Keuangan. Soalnya saya sudah menganalisis masing-masing dinas, dan tinggal beritahukan akan launch program ini," ujar Alex.
Untuk penganggaran kedua program itu, lanjutnya, pihaknya juga sudah menilai mana saja program yang kira-kira bisa ditunda prioritasnya dan dialihkan ke sektor pendidikan dan kesehatan. "Akan ada switching anggaran. Kalau kurang dari dinas, ambil dari anggaran lain," kata pria yang pernah menjadi Bupati Musi Banyuasin dan sekarang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan itu.
Persoalan anggaran tersebut, diakui Alex, tidak akan bisa lepas dari persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Oleh karena itu, untuk memuluskan langkah pemda menjalankan program pendidikan dan pengobatan gratis, DPRD perlu mengalihkan alokasi anggaran untuk program yang lebih prioritas.
"Bagi anggota dewan yang tidak setuju silakan saja tidak setuju, besoknya saya akan bicara di koran dan saya bilang ke dia 'Pak, ingat bentar lagi mau pemilihan, pasti Anda nggak mau kan dibilang tidak mendukung rakyat'. Cara ini pernah saya lakukan di Sumatera Selatan," kata Alex.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang