JAKARTA, KOMPAS.com - Legenda Manchester United Edwin van der Sar, dan legenda Real Madrid, Fernando Morientes, dijadwalkan datang ke Tanah Air untuk mendampingi publik Indonesia dalam siaran langsung pertandingan Piala Eropa yang digelar mulai 8 Juni sampai 1 Juli 2012 mendatang. Kedatangan kedua legenda tersebut merupakan bagian dari program Sportacular Euro 2012 yang digagas oleh RCTI selaku pemegang lisensi Media Right dan Official Broadcaster UEFA Euro 2012 dan Euro 2016.
"Morientes rencananya datang pada tanggal 7 dan 8 Juni nanti. Sementara Van der Sar tiba tanggal 17 Juni dan 18 Juni," Kanti Mirdiati, Managing Director RCTI, dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe, Selasa (5/6/2012).
Selain kedua legenda tersebut, panitia juga akan memberi kesempatan bagi pemain-pemain Indonesia untuk ambil bagian dalam acara memeriahkan Piala Eropa 2012, seperti mantan pemain timnas, Supriyono, dan sejumlah pemain timnas, yaitu Irfan Bachdim, Diego Michiels, dan Andik Vermansyah.
"Kami pasti akan mengundang mereka (pemain Indonesia). Namun, jadwalnya yang belum pasti," tutur Kanti.
Melalui Sportaculer Euro 2012, pecinta bola Tanah Air akan disuguhkan siaran langsung pertandingan Piala Eropa dari Polandia-Ukraina, 24 partai penyisihan dari empat grup, empat pertandingan perempat final, dua pertandingan semifinal, dan pertandingan final, yang dipandu oleh presenter dan komentar handal seperti Ricky Jo, Ibnu Jamil, Tio Nugroho, Tris Irawan, Oland Fatah, Tommy Welly, Weshley Hutagalung, Gita Suwondo, Titis Widyatmoko, Ma'ruf ER, dan Supriyono.
Dalam kesempatan itu, beberapa presenter seperti Tommy Welly, Weshley Hutagalung, Gita Suwondo, dan Ricky Jo mengungkapkan prediksinya. Tommy Welly berpendapat Piala Eropa lebih kompetitif daripada Piala Dunia karena semua tim unggulan berlaga di Polandia dan Ukraina. Gita Suwondo berkata lain.
"Saya lebih tertarik dengan Perancis. Saya yakin Perancis bisa mengganggu Spanyol, Belanda, dan Jerman," lanjutnya. Sementara Weshley menjagokan Swedia sebagai kuda hitam. "Semua punya peluang sama. Namun, Swedia akan menjadi kuda hitam yang mengganggu Spanyol, Jerman. Perancis, Inggris, dan Belanda," beber Weshley.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang