Van der Sar-Morientes Ramaikan Pesta Piala Eropa di Jakarta

Kompas.com - 05/06/2012, 17:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Legenda Manchester United Edwin van der Sar, dan legenda Real Madrid, Fernando Morientes, dijadwalkan datang ke Tanah Air untuk mendampingi publik Indonesia dalam siaran langsung pertandingan Piala Eropa yang digelar mulai 8 Juni sampai 1 Juli 2012 mendatang. Kedatangan kedua legenda tersebut merupakan bagian dari program Sportacular Euro 2012 yang digagas oleh RCTI selaku pemegang lisensi Media Right dan Official Broadcaster UEFA Euro 2012 dan Euro 2016.

"Morientes rencananya datang pada tanggal 7 dan 8 Juni nanti. Sementara Van der Sar tiba tanggal 17 Juni dan 18 Juni," Kanti Mirdiati, Managing Director RCTI, dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe, Selasa (5/6/2012).

Selain kedua legenda tersebut, panitia juga akan memberi kesempatan bagi pemain-pemain Indonesia untuk ambil bagian dalam acara memeriahkan Piala Eropa 2012, seperti mantan pemain timnas, Supriyono, dan sejumlah pemain timnas, yaitu Irfan Bachdim, Diego Michiels, dan Andik Vermansyah.

"Kami pasti akan mengundang mereka (pemain Indonesia). Namun, jadwalnya yang belum pasti," tutur Kanti.

Melalui Sportaculer Euro 2012, pecinta bola Tanah Air akan disuguhkan siaran langsung pertandingan Piala Eropa dari Polandia-Ukraina, 24 partai penyisihan dari empat grup, empat pertandingan perempat final, dua pertandingan semifinal, dan pertandingan final, yang dipandu oleh presenter dan komentar handal seperti Ricky Jo, Ibnu Jamil, Tio Nugroho, Tris Irawan, Oland Fatah, Tommy Welly, Weshley Hutagalung, Gita Suwondo, Titis Widyatmoko, Ma'ruf ER, dan Supriyono.

Dalam kesempatan itu, beberapa presenter seperti Tommy Welly, Weshley Hutagalung, Gita Suwondo, dan Ricky Jo mengungkapkan prediksinya. Tommy Welly berpendapat Piala Eropa lebih kompetitif daripada Piala Dunia karena semua tim unggulan berlaga di Polandia dan Ukraina. Gita Suwondo berkata lain.

"Saya lebih tertarik dengan Perancis. Saya yakin Perancis bisa mengganggu Spanyol, Belanda, dan Jerman," lanjutnya. Sementara Weshley menjagokan Swedia sebagai kuda hitam. "Semua punya peluang sama. Namun, Swedia akan menjadi kuda hitam yang mengganggu Spanyol, Jerman. Perancis, Inggris, dan Belanda," beber Weshley.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau