Masyarakat Tenganan Gelar Tradisi "Maling-malingan"

Kompas.com - 05/06/2012, 18:27 WIB

AMLAPURA, KOMPAS.com--Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali, menggelar tradisi "Maling-Malingan", Senin, sebagai bentuk peringatan agar warga waspada terhadap pencurian dan tidak melakukan tindak kejahatan itu.

Kegiatan yang menyita perhatian wisatawan mancanegara itu digelar dalam rangkaian ritual Usaba Sambah yang dipusatkan di Bale Agung dan Bale Petemu Kelod Desa Tenganan Pegringsingan.

Tradisi itu diawali dari dua orang pria mencuri daging babi mentah yang digantung warga di Bale Agung. Kemudian keduanya dikejar oleh beberapa orang.

Dua maling lainnya melakukan tindakan serupa di Bale Petemu Kelod dan dikejar pula oleh warga.

Dari empat pelaku itu, seorang di antaranya berhasil kabur dari kejaran warga, sedangkan maling yang tertangkap warga tidak lagi bisa mengelak. Mereka digiring ke lokasi kejadian, tempat mereka mencuri.

Sesekali tersenyum, wajah mereka tampak senang meski tertangkap basah. Di masing-masing tempat itu, maling yang berpakaian adat Tenganan ini dihias agar tampil lucu layaknya badut.

"Tradisi ini menceritakan bahwa mencuri itu perbuatan yang sangat memalukan, jika tertangkap. Kalau tidak diketahui, tidak ada yang menyebut maling," kata Jro Mangku Widia, pendeta setempat.

Wajah si maling dibuat seperti badut dengan menggunakan cat tembok agar mereka jera. Udeng si maling diganti dengan penutup kepala yang terbuat dari tali dan daun kering serta diberi hiasan daging babi yang dicincang.

Bagian pinggang dibalut dengan daun pisang kering yang mengitari seluruh pinggang. Bagian bawah perut hingga mata kaki, dibuatkan gelang tali yang terbuat dari daging babi juga.

Menurut Widia, hal itu sebagai bentuk kesungguhan warga dalam memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan. "Kalau daging babi yang dipasang sedemikian rupa di seluruh tubuhnya itu terjatuh, maka si maling akan dikenai sanksi lagi. Jika sampai jatuh berkali-kali, maka sanksinya bisa lebih berat," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau