Perikanan

Konversi BBG Nelayan Belum Perlu

Kompas.com - 05/06/2012, 18:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menilai, pengalihan bahan bakar minyak untuk kapal nelayan menjadi bahan bakar gas dinilai belum perlu dilakukan saat ini. Proses konversi bahan bakar gas  untuk nelayan dinilai masih membutuhkan proses panjang.

Hal itu dikemukakan Hatta di sela-sela Peringatan Hari Ulang Tahun ke-39 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Jakarta, Selasa (5/6/2012). Pihaknya tetap mendorong pemanfaatan BBM bersubsidi untuk kapal ikan nelayan.  

"Sosialisasi pengalihan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas untuk kapal nelayan saya kira butuh waktu yang lebih panjang. Nelayan kita tentu tidak seperti pengguna kendaraan, lebih kompleks persoalannya dan membutuhkan waktu," ujarnya.

Hatta menambahkan, hingga kini tidak ada pembatasan BBM bersubsidi untuk nelayan. Seluruh kapal ikan Indonesia berhak memperoleh BBM bersubsidi. Meski demikian, terjadi kekurangan stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBN) di sejumlah sentra perikanan. Kekurangan itu membuat nelayan seringkali terpaksa membeli BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). 

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menggulirkan elpiji sebagai pengganti premium untuk kapal motor tempel nelayan mulai bulan Mei mendatang.

Menteri Kelautan Sharif Cicip Sutardjo mengemukakan, alokasi BBM bersubsidi untuk nelayan hanya 1,8 juta kiloliter per tahun atau jauh di bawah kebutuhan sekitar 2,5 juta kiloliter per tahun.

Terkait kekurangan pasokan itu, pihaknya menempuh jalan keluar, yakni nelayan boleh membeli BBM bersubsidi di SPBU dengan syarat memiliki kartu anggota nelayan.  

Tahun 2012, pihaknya berencana membangun sebanyal 50 SPBN, serta meminta pihak swasta berpartisipasi dalam pembangunan SPBN.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau