Gelandang Barcelona ini layak disebut sebagai inspirator tim ”Matador” Spanyol. Visi bermainnya luar biasa, yang ditunjang dengan akurasi umpan, kontrol bola, dan kemampuannya membuka celah untuk mengoyak ketatnya lini pertahanan lawan.
Xavi adalah pemain fenomenal. Semua dimulai dari level kompetisi lokal bersama klubnya, Barcelona. Perlahan tapi pasti, Xavi juga menunjukkan peran vitalnya di tim nasional. Puncaknya adalah ketika dia membawa Spanyol menjadi juara Eropa 2008.
Pada ajang ini, bukan hanya tim Spanyol yang mendapat gelar juara. Xavi pun dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Sejak saat itu, namanya menjadi salah satu pemain paling konsisten di lapangan hijau.
Pencapaian itu terus dipertahankannya sampai Piala Dunia 2010, hingga kini. Pengakuan akan kapasitasnya sebagai pemain hebat ditunjukkan dengan tiga kali masuk daftar calon penerima Ballon d’Or. Pada 2008, Xavi berada di urutan kelima, lalu naik dua peringkat pada tahun 2009 dan mempertahankan posisi yang sama pada 2010 dan 2011.
Di mata rekannya, Xavi adalah sosok yang sederhana dan rendah hati. Dia juga tidak pernah kecewa atau merasa iri terhadap pencapaian rekannya, Lionel Messi, yang meraih gelar pemain terbaik dunia.
Sebaliknya, Xavi merasa lebih berharga mendengarkan pujian Messi dari atas podium juara kepada dirinya. Kata-kata Messi yang mengaku sangat tersanjung bekerja sama dengan Xavi di lapangan membuat Xavi bangga.
”Tentu, saya tersentuh, saya menyukainya. Itu lebih baik ketimbang memenangi trofi. Saya tak berharap ia akan berterima kasih kepada saya. Ia sahabat yang baik dan sosok yang luar biasa, tapi ia pemalu,” ujar Xavi.
Xavier Hernandez i Creus atau yang lebih dikenal dengan nama pendek Xavi adalah pemain sepak bola profesional kelahiran Terrassa, Barcelona, 25 Februari 1980.
Xavi yang berposisi sebagai
Debut Xavi di tim senior Barcelona adalah pada 18 Agustus 1998, pada pertandingan final Piala Super Spanyol dan langsung mencetak gol ke gawang Real Mallorca.
Pada musim berikutnya, Xavi menjadi salah satu pemain kunci pada tim asuhan Louis van Gaal.
Meski kerap bermain di sektor gelandang tengah dan
Pada 11 Januari 2009, Xavi mencetak gol dalam penampilannya yang ke-300 di La Liga saat Barcelona menghadapi Osasuna.
Di tim nasional Spanyol, Xavi melakukan debutnya pada 15 November 2000 saat Spanyol bertanding melawan Belanda. Dengan usianya yang kini sudah 32 tahun, bisa jadi ajang Piala Eropa kali ini menjadi persembahan terakhir Xavi untuk tim ”La Furia Roja”.