Xavi Hernandez Inspirator "Matador"

Kompas.com - 06/06/2012, 02:43 WIB

Gelandang Barcelona ini layak disebut sebagai inspirator tim ”Matador” Spanyol. Visi bermainnya luar biasa, yang ditunjang dengan akurasi umpan, kontrol bola, dan kemampuannya membuka celah untuk mengoyak ketatnya lini pertahanan lawan.

Xavi adalah pemain fenomenal. Semua dimulai dari level kompetisi lokal bersama klubnya, Barcelona. Perlahan tapi pasti, Xavi juga menunjukkan peran vitalnya di tim nasional. Puncaknya adalah ketika dia membawa Spanyol menjadi juara Eropa 2008.

Pada ajang ini, bukan hanya tim Spanyol yang mendapat gelar juara. Xavi pun dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Sejak saat itu, namanya menjadi salah satu pemain paling konsisten di lapangan hijau.

Pencapaian itu terus dipertahankannya sampai Piala Dunia 2010, hingga kini. Pengakuan akan kapasitasnya sebagai pemain hebat ditunjukkan dengan tiga kali masuk daftar calon penerima Ballon d’Or. Pada 2008, Xavi berada di urutan kelima, lalu naik dua peringkat pada tahun 2009 dan mempertahankan posisi yang sama pada 2010 dan 2011.

Di mata rekannya, Xavi adalah sosok yang sederhana dan rendah hati. Dia juga tidak pernah kecewa atau merasa iri terhadap pencapaian rekannya, Lionel Messi, yang meraih gelar pemain terbaik dunia.

Sebaliknya, Xavi merasa lebih berharga mendengarkan pujian Messi dari atas podium juara kepada dirinya. Kata-kata Messi yang mengaku sangat tersanjung bekerja sama dengan Xavi di lapangan membuat Xavi bangga.

”Tentu, saya tersentuh, saya menyukainya. Itu lebih baik ketimbang memenangi trofi. Saya tak berharap ia akan berterima kasih kepada saya. Ia sahabat yang baik dan sosok yang luar biasa, tapi ia pemalu,” ujar Xavi.

Produk La Masia

Xavier Hernandez i Creus atau yang lebih dikenal dengan nama pendek Xavi adalah pemain sepak bola profesional kelahiran Terrassa, Barcelona, 25 Februari 1980.

Xavi yang berposisi sebagai playmaker telah lebih dari 70 kali memperkuat Spanyol. Ia juga produk asli akademi sepak bola Barcelona, La Masia, dan telah bermain di Nou Camp sejak berusia 11 tahun.

Debut Xavi di tim senior Barcelona adalah pada 18 Agustus 1998, pada pertandingan final Piala Super Spanyol dan langsung mencetak gol ke gawang Real Mallorca.

Pada musim berikutnya, Xavi menjadi salah satu pemain kunci pada tim asuhan Louis van Gaal.

Meski kerap bermain di sektor gelandang tengah dan playmaker, Xavi juga piawai bermain di sektor gelandang bertahan dan disebut-sebut sebagai pemain dengan tipe seperti Josep ”Pep” Guardiola, mantan gelandang Barcelona yang baru saja menyudahi kiprahnya sebagai pelatih tim ”Blaugrana”.

Pada 11 Januari 2009, Xavi mencetak gol dalam penampilannya yang ke-300 di La Liga saat Barcelona menghadapi Osasuna.

Di tim nasional Spanyol, Xavi melakukan debutnya pada 15 November 2000 saat Spanyol bertanding melawan Belanda. Dengan usianya yang kini sudah 32 tahun, bisa jadi ajang Piala Eropa kali ini menjadi persembahan terakhir Xavi untuk tim ”La Furia Roja”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau