Situasi ini yang kemudian membuat sepak bola Irlandia sering dipandang sebelah mata. Irlandia tak diperhitungkan sebagai kekuatan sepak bola Eropa meski mayoritas pemain Irlandia ikut meramaikan Liga Inggris, salah satu liga terbaik di dunia.
Pada Piala Eropa 1988 di Jerman, Irlandia cukup beruntung bisa lolos ke putaran final. Mereka terbantu dengan hasil pertandingan lain. Saat itu, nasib tim asuhan Jack Charlton tergantung dari hasil laga Bulgaria versus Skotlandia.
Irlandia bisa lolos jika Skotlandia bisa menaklukkan tuan rumah Bulgaria pada pertandingan yang digelar di kota Sofia. Keberuntungan yang dinanti Irlandia akhirnya datang jua. Gol tunggal Gary Makay menghabisi peluang Bulgaria sekaligus memberi jalan buat Irlandia. Setelah 1988, kiprah Irlandia di ajang ini sudah tidak pernah terdengar lagi.
Nama mereka baru muncul tahun ini setelah lolos lewat jalur play off. Tampilnya Irlandia menuju Polandia- Ukraina tak lepas dari peran pelatih asal Italia, Giovanni Trapattoni.
Pelatih berusia 72 tahun ini dikontrak pada 2008. Mr Trap, demikian dia dikenal, mampu menyinergikan kekuatan tim Irlandia, paduan pemain senior dan yunior.
Dalam skuad inti Irlandia, Trapattoni memasang lima pemain senior yang rata-rata usianya sudah di atas 30 tahun. Kelima pemain itu adalah striker Robbie Keane, kiper Shay Given, pemain belakang John O’Shea, pemain tengah Damien Duff dan Keith Andrews.
Dari lima pemain itu, Given merupakan pemain yang paling senior. Pemain yang memiliki rekor pertandingan internasional sebanyak 121 kali itu sudah berusia 36 tahun.
Meski kerap dikritik media, Trapattoni mampu membawa Irlandia lolos ke putaran final. Dia pun membalas kritikan pers dengan analogi. ” Kucing itu ada di dalam karung, tetapi karungnya terbuka. Asal tahu juga, kucing itu adalah kucing liar,” ujar Trapattoni, yang pernah melatih beberapa klub besar, seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan Bayern Muenchen.
Buat Irlandia, Piala Eropa kali ini bisa menjadi momentum untuk mencatat sejarah baru. Namun, untuk mewujudkannya, mereka harus bertarung dengan tiga tim lainnya di Grup C. Ketiga tim itu adalah juara bertahan Spanyol, Italia, dan Kroasia. Bukan urusan gampang memang.(GATOT WIDAKDO)