Grup c: irlandia

Momentum cetak Sejarah Baru

Kompas.com - 06/06/2012, 02:49 WIB

Dalam sejarah penyelenggaraan Piala Eropa, Republik Irlandia tercatat hanya dua kali tampil di putaran final, yakni pada 1988 dan kali ini, 2012.

Situasi ini yang kemudian membuat sepak bola Irlandia sering dipandang sebelah mata. Irlandia tak diperhitungkan sebagai kekuatan sepak bola Eropa meski mayoritas pemain Irlandia ikut meramaikan Liga Inggris, salah satu liga terbaik di dunia.

Pada Piala Eropa 1988 di Jerman, Irlandia cukup beruntung bisa lolos ke putaran final. Mereka terbantu dengan hasil pertandingan lain. Saat itu, nasib tim asuhan Jack Charlton tergantung dari hasil laga Bulgaria versus Skotlandia.

Irlandia bisa lolos jika Skotlandia bisa menaklukkan tuan rumah Bulgaria pada pertandingan yang digelar di kota Sofia. Keberuntungan yang dinanti Irlandia akhirnya datang jua. Gol tunggal Gary Makay menghabisi peluang Bulgaria sekaligus memberi jalan buat Irlandia. Setelah 1988, kiprah Irlandia di ajang ini sudah tidak pernah terdengar lagi.

Peran Mr Trap

Nama mereka baru muncul tahun ini setelah lolos lewat jalur play off. Tampilnya Irlandia menuju Polandia- Ukraina tak lepas dari peran pelatih asal Italia, Giovanni Trapattoni.

Pelatih berusia 72 tahun ini dikontrak pada 2008. Mr Trap, demikian dia dikenal, mampu menyinergikan kekuatan tim Irlandia, paduan pemain senior dan yunior.

Dalam skuad inti Irlandia, Trapattoni memasang lima pemain senior yang rata-rata usianya sudah di atas 30 tahun. Kelima pemain itu adalah striker Robbie Keane, kiper Shay Given, pemain belakang John O’Shea, pemain tengah Damien Duff dan Keith Andrews.

Dari lima pemain itu, Given merupakan pemain yang paling senior. Pemain yang memiliki rekor pertandingan internasional sebanyak 121 kali itu sudah berusia 36 tahun.

Meski kerap dikritik media, Trapattoni mampu membawa Irlandia lolos ke putaran final. Dia pun membalas kritikan pers dengan analogi. ” Kucing itu ada di dalam karung, tetapi karungnya terbuka. Asal tahu juga, kucing itu adalah kucing liar,” ujar Trapattoni, yang pernah melatih beberapa klub besar, seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan Bayern Muenchen.

Buat Irlandia, Piala Eropa kali ini bisa menjadi momentum untuk mencatat sejarah baru. Namun, untuk mewujudkannya, mereka harus bertarung dengan tiga tim lainnya di Grup C. Ketiga tim itu adalah juara bertahan Spanyol, Italia, dan Kroasia. Bukan urusan gampang memang.(GATOT WIDAKDO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau