Rsbi

Rawan Korupsi, untuk Apalagi Pemerintah Bantu RSBI?

Kompas.com - 06/06/2012, 14:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Iwan Hermawan, mengungkapkan bahwa dana bantuan pemerintah untuk sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) rawan dikorupsi. Pasalnya, semua sekolah RSBI saat ini telah dapat menutup biaya investasi dan operasional melalui sumbangan peserta didik.

"Pemerintah memberikan Rp 600 juta setiap tahun untuk masing-masing sekolah RSBI, dana itu rawan dikorupsi," kata Iwan Hermawan dalam pernyataan persnya yang disampaikan oleh aktivis Koalisi Masyarakat Anti Komersialisasi Pendidikan (KMAKP), Jumono, Rabu (6/6/2012), di kantor Indonesian Corruption Watch (ICW).

Jumono menyampaikan, berdasarkan penelusuran Sekjen FGII pada SMA Negeri berstatus RSBI di Bandung, Jawa Barat, ditemukan sejumlah ketimpangan. Untuk diketahui, mulai tahun ajaran 2012/2013 SMA Negeri RSBI di Bandung telah menggunakan sistem kredit semester (SKS). Dengan sistem itu, setiap siswa diwajibkan membayar Rp 150 ribu per SKS, dengan total 26 SKS di setiap semesternya.

Di luar itu, lanjut Jumono, sekolah-sekolah berstatus RSBI di Bandung juga masih memungut iuran kepada siswa dengan nominal beragam, mulai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Dengan begitu, setiap siswa SMA RSBI di Bandung harus bayar sekitar Rp 3,9 juta, ditambah iuran peseta didik dan sumbangan sukarela yang besarnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Tanpa bantuan pemerintah, sekolah RSBI pun sudah bisa menutupi kebutuhannya. Yang menjadi masalah adalah, nyaris tidak ada transparansi jelas dari penggunaan dana tersebut," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau