Produk Investasi untuk Karyawan

Kompas.com - 06/06/2012, 14:41 WIB

T:
Saya sering mendengar bahwa menabung saja tidak pernah cukup untuk biaya masa depan. Kita harus mulai investasi. Jika gaji saya merupakan gaji rata-rata karyawan, yaitu sekitar Rp 5 juta/bulan, produk investasi apa yang sebaiknya saya beli? (Annisa, Jakarta)

J:
Betul! Investasi untuk hidup masa depan semakin penting mengingat inflasi biaya kebutuhan hidup yang terus merangkak naik. Dalam jangka panjang, resiko terberat yang sangat ingin kita hindari adalah tidak mampu pensiun! Tanpa punya kesadaran untuk berinvestasi, hampir mustahil Anda dan pasangan dapat hidup nyaman tanpa beban di masa pensiun. Izinkan saya untuk mengingatkan bahwa di masa pensiun, penghasilan kita umumnya menurun jauh dari masa produktif. Menabung untuk pensiun? Bahayanya adalah tidak bisa pensiun nyaman. Coba lihat ilustrasi berikut.

Misalkan Anda saat ini berusia 30 tahun dan punya penghasilan gabungan sebesar 10 juta. Anggaplah Anda rajin menabung 10 persen dari gaji bulanan, alias 1 juta ke dalam tabungan dengan imbal hasil 5 persen per tahun. Di usia 55 tahun, saldo dana pensiun Anda akan menjadi 644 juta. Jumlah yang cukup lumayan, bukan? Ternyata jika Anda memiliki ekspektasi untuk hidup hingga usia 70 tahun, dana pensiun itu hanya sanggup membiayai pengeluaran sebesar Rp 250 ribu, setara nilai masa kini.

Sebagai first-jobber yang masih lajang (asumsi saya), Anda memilki keuntungan untuk dapat mengalokasikan setidaknya 30 persen dari gaji saat ini. Dengan asumsi usia Anda adalah 22 tahun dan pensiun usia 55 tahun, maka Anda punya 30 tahun untuk berinvestasi. Jika setiap bulan Anda rajin investasi 1,5 juta ke reksadana saham dengan ekspektasi imbal hasil 20 persen/tahun, maka saat memasuki pensiun, secara matematis Anda akan punya saldo investasi sejumlah 35 milyar. Dana ini, secara matematis sanggup memberikan Anda modal hidup senilai 10 juta setiap bulannya di masa pensiun.

ZAPtion!
1. Sisihkan antara 20 - 30 persen dari gaji bulanan untuk investasi dana pensiun.
2. Sesuaikan jangka waktu investasi dengan produk investasi yang tepat. Dengan asumsi usia Anda saat ini 22 tahun  dan akan pensiun 30 tahun lagi, maka reksadana saham adalah pilihan yang terbaik. Alasannya, memiliki ekspektasi imbal hasil sebesar 20 persen per tahun dan dapat terima investasi bulanan mulai dari Rp 100 ribu.
3. Gunakan 2 jenis reksadana saham dari 2 Manajer Investasi yang berbeda untuk mendiversifikasi resiko investasi.
4. Monitor kinerja investasi minimal 1 tahun sekali.
5. Buatlah debet otomatis dari rekening gaji untuk pembelian produk reksadana saham, agar Anda dapat memastikan setiap bulan melakukan investasi untuk dana pensiun.

Sebelum membeli produk investasi, pastikan Anda pahami dulu apa itu reksadana, dan bagaimana cara kerjanya. Buku Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya dapat menjadi referensi Anda.

Merencanakan pensiun sejak dini merupakan langkah yang sangat bijaksana. Selamat mencoba. Live a Beautiful Life

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau