Peringkat fifa

Spanyol Teratas, Indonesia Urutan 151

Kompas.com - 06/06/2012, 15:59 WIB

KOMPAS.com - Selama 11 bulan beruntun, Spanyol masih menempati posisi puncak peringkat FIFA. Pada rilis peringkat FIFA terbaru, Rabu (6/6/2012), "La Furia Roja" masih tak tersentuh di posisi teratas. Sementara Indonesia masih tertahan di posisi ke-151, kalah dari Filipina (149), Thailand (136), dan Vietnam (98).

Fakta mengejutkan adalah bertenggernya Uruguay di urutan ke-2, tepat di bawah Spanyol. Negara asal Luis Suarez tersebut menggeser Jerman yang sebelumnya menempati peringkat kedua selama April-Mei 2012.

Bertepatan akan dimulainya Piala Eropa 2012, Grup B memang layak disebut sebagai "Grup Neraka". Pasalnya, empat peserta di grup tersebut merupakan penghuni 10 besar daftar peringkat FIFA tertinggi bulan ini.

Berturut-turut, Jerman, Belanda, Denmark, dan Portugal menduduki posisi ke-3, ke-4, ke-9, dan ke-10 peringkat FIFA. Sedangkan Grup A yang ditempati Rusia (posisi ke-13), Yunani (15), Republik Ceko (27), dan Polandia (62), menjadi grup "terlemah" bila melihat peringkat FIFA.

Berikut 10 Besar Peringkat FIFA (per Juni 2012):
1. Spanyol - 1456 poin
2. Uruguay - 1292 poin
3. Jerman - 1288 poin
4. Belanda - 1234 poin
5. Brasil - 1155 poin
6. Inggris - 1145 poin
7. Argentina - 1137 poin
8. Kroasia - 1053 poin
9. Denmark - 1019 poin
10. Portugal - 996 poin

Peringkat FIFA Negara-Negara ASEAN (per Juni 2012):
98. Vietnam - 343 poin
136. Thailand - 234 poin
149. Filipina - 164 poin
151. Indonesia - 159 poin
154. Malaysia - 151 poin
157. Singapura - 143 poin
172. Laos - 96 poin
174. Myanmar - 94 poin
175. Kamboja - 93 poin
202. Brunei Darussalam - 5 poin
205. Timor Leste - 2 poin

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau