Setelah Deklarasi, Golkar Yakin Ical di Urutan Ke-2

Kompas.com - 06/06/2012, 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar meyakini bahwa elektabilitas Ketua Umum Aburizal Bakrie alias Ical akan jauh meningkat ketika resmi ditetapkan sebagai calon presiden di Pemilu 2014. Penetapan itu akan dilakukan dalam rapat pimpinan nasional akhir Juni 2012.

Keyakinan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Theo L Sambuaga ketika dihubungi, Rabu (6/6/2012). Theo dimintai tanggapan hasil jajak pendapat lembaga survei Soegeng Sarjadi Syndicate yang menempatkan Ical di posisi keempat dalam tingkat dukungan dengan angka 10,6 persen.

Ical kalah dengan Prabowo Subianto (25,8 persen), Megawati Soekarno Putri (22,4 persen), dan Jusuf Kalla (14,9 persen). Di bawah Ical, yakni Surya Paloh ( 5,2 persen), Wiranto (4,5 persen), dan Sultan Hamengku Bowono X (3,7 persen).

Theo mengatakan, Ical berada di posisi keempat lantaran ketika jajak pendapat dilakukan Golkar belum mengumumkan bahwa Ical sebagai capres. "Saya yakin tingkat popularitas, elektabiltas Ical akan jauh meningkat setelah kita rapimnas 29-30 Juni," ucapnya.

Theo meyakini elektabilitas Ical nantinya akan berada di posisi kedua. Untuk itu, kata dia, seluruh kader Golkar harus kerja keras. "Tiga bulan dari sekarang saya yakin Pak Ical nomor dua. Itu target, itu optimistis," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau