Suami-Istri Pelancong Pemburu Piala Eropa

Kompas.com - 06/06/2012, 20:16 WIB

KETIKA Piala Eropa tiba, maka itu berarti pasangan Toon dan Margo harus berjalan panjang. Sudah menjadi tradisi, warga Eindhoven, Belanda ini akan mendukung negaranya dengan melakukan perjalanan darat menggunakan mobil van.

Kini, mereka menempuh jarak 2.500 kilometer dari Eindoven (Belanda) ke Kharkiv (Ukraina), ditemani dua anjing kesayangan mereka. Dia tak mau melewatkan setiap pertandingan "Der Oranje" yang berada di Grup B dan akan bermain di Kharkiv. Untuk menuju Kharkiv, mereka melewati Jerman dan Polandia.

Ini tak lepas dari cinta mereka kepada timnas Belanda. Mereka mengawali tradisi ini sejak Piala Eropa digelar di Swedia pada 1992. Toon saat itu mengajukan ide tersebut kepada sang istri. Ternyata, Margo menyambut dengan baik. Maka, sejak itu, mereka melakukan perjalanan darat dengan mobil setiap Piala Eropa.

Tentu, atribut Belanda yang didominasi warna oranye menghiasi perjalanan mereka. Pakaian mereka oranye atau jersey timnas Belanda. Mobil mereka juga dihiasi atribut Beland, lengkap dengan bendera dan spanduk, juga terompet.

Toon dan Morgan hanya absen pada Euro 1996 di Inggris. Mereka memutuskan tak melakukan perjalanan mobil lagi. Namun, mereka kembali melakukannya pada Euro 2000 di Belanda dan Belgia, Euro 2004 di Portugal, juga Euro 2008 di Swiss dan Austria.

Toon dan Margo ingin menyaksikan Belanda mengangkat trofi Henri Delaunay, nama Piala Eropa. "Orang seluruh dunia mencintai sepak bola," kata Toon yang sudah berumur 66 tahun.

"Tapi, setiap orang menginginkan negaranya menjadi juara," timpal Margo.

Perjalanan pasangan suami-istri ini di Eropa membuat mereka bertemu banyak orang. Mereka sangat menikmati berhubungan dengan siapa saja.

"Orang Ukraina menerima dengan hangat. Banyak orang Ukraina yantg mencoba membantu kami selama dalam perjalanan, bahkan mereka yang bahasa Inggrisnya parah," jelas Toon dan margo.

Dalam perjalanan, mereka memang terkadang menemui banyak masalah. Selain ada kerusakan mobil, juga rintangan lain. Apalagi, mereka murni tinggal di mobil mereka.

Ketika menyeberang ke Ukraina dari barat ke timur dengan dua anjing kesayangan, Eros dan Aion, Toon dan margo sempat berhenti empat hari di kota Kyiv. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke River Dnepr. Ini bagian dari usaha menikmati perjalanan. Ketika sampai di Kharkiv, mereka sengaja memarkir kendaraannya di Danau Pechenezhskoye yang dikelilingi hutan. Ini tempat indah untuk istirahat.

Apakah perjalanan mereka akan membantu Belanda menjadi juara? Toon dan Margo mempercayainya, meski keberuntungan juga sangat menentukan.

"Seperti yang Anda ingat, tim kami bermain bagus empat tahun lalu (di Euro 2008). Kami dengan meyakinkan mengalahkan Italia dan Perancis. Kenapa akhirnya kami kalah dari Rusia? Anda tak bisa menjadi juara tanpa bantuan keberuntungan. Saya harap kami akan lebih beruntung kali ini," harap Toon.

Mereka berharap keberuntungan itu juga dibawa Mark van Bommel. Ia merupakan salah satu pemain idola mereka dan selepas Euro 2012 mantan pemain AC Milan ini akan kembali membela Eindhoven.

"Mark adalah kapten sejati. Dia berjuang dari awal sampai detik terakhir, memberikan segala yang ia miliki," puji Toon.

Selain Van Bommel, mereka juga mengidolakan Arjen Robben. "Pemain seperti Arjen mewarnai stadion. Suporter tidak akan memperhatikan rencana taktis, tapi menikmati keterampilan dan teknik," tambahnya.

Belanda akan mulai tampil pertandingan Grup B melawan Denmark di Stadion Metalist. harapan terbesar mereka adalah, pasukan bert van marwijk lolos ke babak berikutnya. Sehingga, mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Gdansk, tempat partai perempat final dilakukan, selain di Kharkiv.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau